Milestone

1975: Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Ngagel mendirikan SMAMDA di Jl. Pucang Taman 1 no. 2. Di angkatan pertama, jumlah siswa hanya 17 orang yang sebagian besar merupakan lulusan SMP Muhammadiyah 5 Surabaya dengan 22 guru yg mengajar. 

1979: Pembangunan gedung berlantai 3 di sisi selatan - dikenal dengan nama gedung A, yang hingga tahun 2001 digunakan bersama dengan SMP Muhammadiyah 5 Surabaya (SPEMA).

1984: Pembangunan gedung berlantai 3 di sisi barat - dikenal dengan nama gedung B dan C di sisi Timur. Dengan adanya pembangunan ini, satu fasilitas berupa laboratorium IPA bertambah untuk perguruan Muhammadiyah Pucang. 

1987: SMAMDA menjadi sekolah pertama yang memiliki laboratorium komputer di Surabaya. Pemkot Surabaya mempercayakan proses pembuatan KTP kepada labkom SMAMDA karena Pemkot belum memiliki Puskom dan EDP. 

1988: Seiring dengan penambahan sarana dan prasarana, jumlah siswa baru melonjak.

1990: Perluasan area SMAMDA dengan membeli asrama Kopasgat (Paskhas TNI AU) dan kantor kelurahan Pucang agar kegiatan belajar mengajar semakin kondusif. SMAMDA mendapatkan status ‘Disamakan’ yang merupakan status tertinggi untuk sekolah swasta pada saat itu.

!995: Perluasan area hingga ke Jl. Pucang Adi 120 dan sekitarnya. SMAMDA memiliki wajah baru.

2000: Pemancangan pertama untuk pondasi pembangunan gedung SMAMDA dengan 5 lantai oleh Menteri Pendidikan Dr. Yahya Muhaimin.  Selama pembangunan berlangsung, kegiatan belajar kelas III IPA dan IPS berpindah untuk sementara ke Universitas Narotama Surabaya.

2003: SMAMDA ditunjuk sebagai pilot project dalam penerapan Kurikulum Berbasis Kompetensi atau KBM yang saat ini dikenal dengan kurikulum 2004 sebelum diimplementasikan secara nasional.

2004: Dua siswa dan satu guru SMAMDA diundang oleh Foreign Department USA Workshop Youth Leadership Program.

2005: Dua siswa SMAMDA mengikuti Youth Exchange Student AFS selama 11 bulan ke Amerika.

2007: SMAMDA ditunjuk sebagai pilot project Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional atau RSBI. Siswa SMAMDA menjadi duta Indonesia dalam KTT APEC di Sydney sebagai Jurnalis muda. 

2008: 15 guru SMAMDA mendapatkan sertifikat mengajar TKT dari Universitas Cambridge. Kepala Sekolah SMAMDA melaksanakan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) degan atase pendidikan kedubes Australia.

2010: SMAMDA menambah fasilitas dengan membeli sebuah rumah di Jl. Pucang Anom 110 sebagai aset yang digunakan untuk ruang pelatihan dan wisma tamu.

2012: SMAMDA ditunjuk sebagai pilot project untuk menerapkan kurikulum 2013 atau yang dikenal dengan K13 sebelum diimplementasikan secara nasional. Perluasan area sekolah dan menambah asset dengan membeli SMP dan SMA Practica dengan luas mencapai 2500m2.

2013: Angkatan pertama penerapan program International Workshop di National University Singapore, Nanyang Technonoly University Singapore dan studi eksekursi di Singapura dengan jumlah siswa 70 orang. SMAMDA mendatangkan Dana Capcavikova, Intern AIESEC Slovakia untuk mengajar Kimia dan Bahasa Inggris pada kelas program Internasional selama 6 bulan.

2015: Pembangunan kampus B tahap I dimulai.