Waspadai Kebangkitan PKI, SMAMDA Surabaya Datangkan Ahli Sejarah & NOBAR Film G 30 S PKI

Telah banyak kita temui pada pemberitaan di media masa terkait kebangkitan PKI di Indonesia. Ternyata rencana pengikut komunis untuk kembali menawarkan ideologi komunis kepada bangsa indonesia bukan isapan jempol. Hal ini dibuktikan dengan propaganda komunis dan keturunannya yang sudah merajalela. Maka disinilah letak pentingnya kita untuk mengetahui dan mewaspadai bahaya laten komunis bangkit kembali di Indonesia.

Menyikapi fenomena yang terjadi saat ini, SMA Muhammadiyah 2 Surabaya (SMAMDA) mengadakan acara untuk memberikan wawasan fakta sejarah kepada siswa siswi SMAMDA terkait Bahaya Kebangkitan PKI.
Acara bertajuk Ceramah Wawasan Kebangsaan “Menjaga keutuhan NKRI” dilaksanakan pada hari Jum’at, 29 September 2017 mulai pukul 10.00 di masjid nurul ilmi SMAMDA. Acara ini diikuti seluruh siswa siswi kelas X, XI dan XII.
Acara diawali dengan sambutan kepala SMAMDA. Bapak Astajab, S.Pd, MM menjelaskan tujuan diselenggarakan acara ini adalah selain memberikan wawasan siswa terkait fakta sejarah komunisme dan bahaya kebangkitan PKI, yaitu untuk membangkitkan kepedulian siswa tentang masalah yang saat ini dihadapi bangsa, karena siswa siswi SMAMDA kelak yang menjadi generasi penerus untuk menjaga keutuhan NKRI.
Sebagai narasumber acara ini, SMAMDA mendatangkan ahli sejarah. Beliau adalah Bapak Drs. Arukat Djaswadi yang pernah menjabat sebagai ketua Front Pancasila dan wakil ketua DPP Gerakan Bela Negara.
Dalam ceramahnya, beliau memaparkan materi terkait komunisme.
Mengawali ceramahnya, beliau menjelaskan salah satu tuntutan PKI bahwa Presiden harus meminta maaf kepada PKI karena PKI adalah korban. Hal inilah yang merupakan salah satu propaganda PKI untuk berusaha bangkit.
Kemudian beliau juga menceritakan pemberontakan PKI yang terjadi pada tahun 1948 di Madiun dan pada tahun 1965 dengan G 30 S/ PKI. Sebenarnya kasus G 30 S/ PKI, secara politik sudah diselesaikan dan PKI merupakan partai terlarang di Indonesia sehingga pada tahun 1966 muncullah TAP MPRS nomor 25 tahun 1966 yang berisi pemerintah larang semua hal berbau komunis.
“Posisi PKI secara resmi tidak ada, secara tidak resmi ada.” Beliau menambahkan bahwa saat ini PKI berusaha bangkit kembali. PKI mempunyai berbagai cara untuk mencari dukungan rakyat diantaranya: mencoba masuk kembali ke partai politik, merubah strategi yaitu memposisikan diri sebagai korban (pada awalnya memisahkan agama dan politik) dan tidak akan menggunakan senjata dalam propagandanya. Setelah paparan selesai, tibalah sesi tanya jawab.Sebagai pemandu acara ini, Bapak Dio Yulian Sofansyah, S.Pd, guru sejarah SMAMDA, juga memotivasi siswa siswi untuk bertanya. Antusiasme siswa ternyata sangat tinggi, pertanyaan yang dilontarkan juga beragam yaitu terkait
Mengganyang Malaysia, dibentuknya angkatan 5, Lekra, peristiwa kanigoro dan G 30 S PKI. Acara dilanjutkan dengan shalat Jum’at berjama’ah.
Setelah shalat Jum’at, acara yang sangat dinantikan siswa telah tiba, yaitu Nonton bareng film G 30 S/ PKI.
Yang mengawal acara ini adalah Bapak Mustakim, S.Pd yang juga guru sejarah SMAMDA. Sebelum film diputar beliau memberikan ulasan. Beliau menjelaskan bahwa
Film Pengkhianatan G 30 S/PKI diproduksi pada tahun 1984. Film ini ditujukan untuk mengenang 7 pahlawan revolusi, yakni 6 jenderal dan 1 perwira yang menjadi korban peristiwa berdarah di malam 30 September 1965 tersebut. Terlepas dari segala kontroversi yang mengiringi film ini, sebagai generasi muda kita harus tetap waspada akan ancaman ideologi komunis, yang setiap saat bisa bangkit kembali. Film ini juga menjadi pengingat bagi kita semua agar tragedi yang sama jangan sampai terulang kembali.
Pada acara ini ikut hadir juga Bapak Anwardi dari Babinsa juga Bapak Sujarwo, Komandan Koramil Gubeng.
Setelah acara usai, Bapak Danramil juga berpesan kepada siswa siswi SMAMDA sebagai generasi muda. Beliau menyampaikan bahwa
Generasi muda harus bisa menggalang persatuan dan kesatuan. Generasi diharapkan mampu menggali nilai2 sejarah untuk penguatan jatidiri bangsa, di samping itu diminta untuk waspada terhadap faham2 yang bertentangan dengan ideologi Pancasila termasuk komunisme.
SMAMDA memang selalu berusaha meningkatkan pengetahuan dan kepedulian siswa siswinya terkait isu global baik dari dalam dan luar negeri untuk membekali mereka menjadi pemimpin masa depan. (Tori)

Smamda
Author:

I Am the Admin

Leave a comment

%d blogger menyukai ini: