Pesugihan, Pentas Arena Teater Alif Smamda Pukau Penonton

Smamda – Pesugihan, pentas arena Teater Alif SMA Muhammadiyah 2 (Smamda) memukau penonton, Kamis (7/3/2024).

Pentas Arena Ke-14 di Balai Budaya Komplek Balai Pemuda Surabaya, pentas teater bertajuk Pesugihan yang bergenre horor ini digelar dalam rangka peringatan Milad Ke-37 Teater Alif Smamda.

Kesuksesan Penampilan yang membuat decak kagum penonton tidak lepas dari peran kolaborasi dari beberapa ekskul yaitu smamdance, orkestra, paduan suara, Smamda film dan paper. Di setiap babaknya kolaborasi apik berhasil menyuguhkan tontonan yang membuat penonton takjub karena tidak hanya menyajikan susana horor mencekam tetapi juga ada humor segar.

Pentas kali ini mengolaborasikan siswa Smamda anggota dan alumni Teater Alif. Pemeran utama perempuan, Ajeng putri kesayangan Sugeng diperankan oleh Trisna Sukma 11.11. Sedangakan Sugeng penghamba pesugihan diperankan Ahmad Rifkih alumni 2015, Yanto, pegawai Sugeng juga diperankan Ammar Rizqi alumni 2020.

Penampilan ketiganya sangat memukau, sangat menjiwai peran masing-masing. Hal ini memang tidak mudah seperti yang dituturkan Sukma. “Perlu waktu beberapa hari untuk mendalami peran sebagai seorang anak yang depresi, dan mencoba melawan ayahnya,” katanya.

Dia mengaku peran yang dilakoninya tidak mencerminkan kepribadiannya sama sekali karena harus bisa berperan sebagai anak pemberontak, berani mengungkap kebenaran. Begitu halnya Rifki yang berperan sebagai Sugeng, Ayah yang menghamba pada setan, berkali-kali belajar bagaimana memasukkan karakter Sugeng ke dalam dirinya.

Kegigihan dan kesungguhan mereka berlatih serta pemain lainnya membuahkan hasil sehingga acting mereka berhasil membuat penonton takjub.

Seperti halnya yang disampaikan oleh Sekretaris Lembaga Seni Budaya dan Olah raga (LSBO) PWM Jawa Timur Faishal Ardian yang juga ikut menyaksikan. “Teater Alif smamda sangat keren bisa menghandle acara seperti ini, ada kolaborasi beberapa ekskul juga,” ungkapnya.

“Penampilan actingnya luar biasa, pemain sangat menjiwai peranan masing-masing,” imbuhnya

Hal senada juga disampaikan Cantika Khoirunnisa Azzahra XII MIPA 9. Dia mengaku pementasan pesugihan ini keren banget.

“Dari awal penampilan sudah membuat penonton tertarik, scene pertama bikin deg-degan dan tidak sabar buat scene-scene berikutnya, pemainnya totalitas dan tidak kaleng-kaleng, kelihatan persiapannya oke banget,” imbuhnya

Selain kolaborasi pemain produser dan sutradara juga dari siswa dan alumni. Producer Pementasan Teater yang sengaja digelar Kamis Malam Jumat ini di Produseri Tika Azzahra siswi Smamda kelas 11. Sedangkan Sutradara dan Asisten Sutradara yakni Hafsah Mubarak Alumni 2002, Bintang Ayyubi alumni 2014.

Pementasan ini, awalnya keluarga Sugeng baik- baik saja. Dia memiliki dua orang anak yaitu Nana dan Ajeng. Hingga suatu ketika dia ingin cepat kaya dengan cara pesugihan. Dikisahkan Sugeng sedang menumbalkan istrinya setelah menumbalkan putrinya yang pertama yqng bernama Nana.

Dua pekan setelah kematian istrinya, Ajeng putri kesayangannya mengetahui bahwa ayahnya melakukan perjanjian dengan setan sehingga terjadilah pertengkaran hebat untung saat itu langsung dihentikan Saroh, si Mbok

Ritual pesugihan sudah dekat, Sugeng sangat bingung siapa lagi yang ditumbalkan. Akhirnya dia berencana menjadikan Rosa keponakannya yang kebetulan tinggal serumah sebagai tumbal berikutnya karena weton Rosa Selasa legi pas seperti yang disyaratkan untuk tumbal.

Namun rencananya gagal karena Ajeng mengajak Rosa dan Saroh untuk pergi meninggalkan rumah dan tinggal di rumah Saroh

Sugeng marah besar kepada Yanto, pembantunya, karena tidak bisa menjaga Rosa. Mereka pun bingung hingga akhirnya Yanto menyarankan untuk menumbalkan 3 ayam cemani. Ketika ritual dimulai tiba-tiba Yanto gelisah, tidak bisa melanjutkan ritualnya dan memilih untuk pergi. Akhirnya Sugeng melakukan ritual sendirian.

Saat sugeng membaca mantra setan-setan marah karena tumbal tidak sesuai dengan permintaan dan memakan Sugeng. Ajeng mengetahui itu dari jauh, menyuruh istighfar dan menyadarkan Ayahnya. Namun, Sugeng pun meninggal karena ulahnya sendiri menjadi penganut pesugihan.

Teater Alif

Teater Alif merupakan ekstrakulikuler tertua di smamda karena sudah ada sejak 11 Maret 1987. Kegiatan pena merupakan event spektakuler yang dimiliki teater alif, dan menariknya pementasan ini selalu dibuka untuk umum

Ketua Teater Alif sekaligus Produser Tika mengatakan pementasan yang dilakukan selalu memukau. Tema yang diusung terkait dengan sejarah, hal hal yang terjadi di masyarakat sekitar

“Pesugihan yang dipentaskan Kamis malam Jumat ini memang dipilih karena ingin mengedukasi masyarakat khususnya generasi muda agar tidak mudah terjerumus rayuan setan, yang meraih sesuatu atau ingin kaya dengan cara instan,” jelasnya.

Tika menjelaskan selain untuk menghibur, kegiatan ini bisa dijadikan ajang berdakwah Islam melalui pentas seni.

Selamat Milad Ke-37 Teater Alif Smamda, semoga sukses selalu. (*)

Penulis Tanti Puspitorini. Editor Ichwan Arif.