Seminggu Bakal Ditempa di Pare, Jangan Terganggu Setan Gepeng

Smamda – Selama seminggu, mulai 5 sampai 11 Januari 2024, sebanyak 127 siswa SMA Muhammadiyah 2 Surabaya (Smamda) melaksanakan kegiatan English Camp (EC) di Future English Education (FEE) Center Pare, Kediri.

Mereka yang berasal dari kelas 10 internasional akan belajar tentang culture tellingEnglish in applicationvocabularyEnglish idiomdaily expressions, dan new speaking concept.

Kegiatan EC dibuka pada pukul 13.00 WIB oleh Kepala Smamda Astajab dan Direktur FEE Abdul Malik. Abdul Malik menyampaikan bahwa siswa Smamda akan belajar dengan teman-teman yang lain dari beberapa kota, di antaranya Bangkalan, Palembang, dan lain-lain.

“Di waktu-waktu tertentu, para siswa Smamda akan berjumpa dan belajar bersama dengan siswa-siswa ini,” ujarnya.

Karena itu, Abdul Malik berpesan kepada siswa Smamda untuk menunjukkan keahliannya. Dia yakin mereka sudah mumpuni karena tergabung di kelas internasional.

Salah satu pesan yang ditekankan kepada siswa Smamda adalah selama belajar di sini atau di mana pun jangan malu untuk tampil. Para siswa harus berani. Tidak akan ada gunanya jika mereka mendapatkan ilmu, tetapi tidak diterapkan.

”Semuanya akan sia-sia jika tidak menerapkan ilmunya,” kata pemilik lembaga pendidikan bahasa Inggris di Dusun Singgahan tersebut.

Selain itu, direktur FEE berpesan bahwa para siswa Smamda harus bisa mengatur waktu dalam mengoperasikan ponsel. Jangan sampai terganggu fokusnya karena benda tersebut bisa menjadi dua kepribadian.

Menurut dia, di satu sisi ponsel bisa menjadi malaikat yang mampu membantu kita. Di sisi lain bisa menjadi setan yang akhirnya menghancurkan hidup kita.

“Jadi, kita harus fokus dalam belajar. Jangan terganggu dengan keberadaan setan gepeng, yakni ponsel,” terangnya sembari menutup pembukaan EC Smamda tersebut. (Moch. Hendy Bayu Pratama/AS)