Siswa Smamda Belajar Public Speaking di Singapura

Smamda – Sejumlah siswa kelas program internasional SMA Muhammadiyah 2 (Smamda) Surabaya belajar public speaking di Speech Academy Asia, Singapura, Ahad (27/2/2024).

Di hari kedua Studi Ekskursi Singapura 2024, 97 siswa Smamda Surabaya praktik presentasi dalam Bahasa Inggris secara berkelompok. Pada kegiatan ini, mereka dibagi menjadi 6 kelompok dengan dibimbing 1 guru pada setiap kelompoknya. Adapun 6 trainer tersebut adalah Marilyn Tay, Michelle Lim, Nigel Mosbergen, M. Gayathri, Candice Wong, dan Sam Kew.

Setiap kelompok akan mempresentasikan topik yang sudah ditentukan dan dibimbing 1 pendamping. Keenam topik, di antaranya, Does technology make people lazy? dan Is technology doing more harm than good or the other way around? dengan pembimbing Sam Kew.

SMAMDA Surabaya
Berikutnya, Social addiction with teenagers pembimbing Nigel what attributes to global citizenship, pembimbing M. Gayathri. Materi keempat Digital Literacy and Online Safety, pembimbing Candice Wong. Kelima, Is peer pressure different for boys and girls? pembimbing Marilyn Tay.

Terakhir, It’s okay to be not okay – What can school do to promote mental wellness? Dengan pembimbing Michelle Lim.

Penilaian juga akan dilakukan oleh pendamping dengan lima rubrik penilaian. Yaitu, words (Grammar and Content Alignment, Sentence Structure, Vocabulary and memory). Kemudian, body language (Chop and Acting Gestures, Facial Expression and Hand Rest, eye contact and posture, Feet/walking and grooming).

Berikutnya emotion (Confidence and energy, congruence), voice (volume and tonality, pauses and rythm) and content (oroginality, creativity, content alignment).

Salah satu trainer mengajari siswa Smamda Surabaya. (Tanti Puspitorini)

Siswa-siswi Smamda Surabaya sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Mereka tertantang untuk bisa speech terkait topik. Selain itu, kemampuan public speaking mereka juga diuji. “Teori yang disampaikan Mr Nigel terkait public speaking sangat banyak, tetapi seru,” ungkap Marsya Hanuna dari kelas 11.1.

Menurut Marsya, dirinya dapat pengetahuan baru tips membangun kepercayaan diri dalam komunikasi. Hal senada juga disampaikan Shofia Annyunari, juga dari kelas 11.1. Menurutnya, materi public speaking yang didapat bisa meningkatkan kepercayaan dirinya.

“Pada saat melakukan public speaking harus memperhatikan eye contact dengan audiencehand gesture yang disesuaikan dengan tone penyampaian,” urai Shofia. “Selain itu, pemanfaatan space di atas panggung itu sendiri harus tepat sehingga terlihat lebih menyenangkan dan meyakinkan,” imbuhnya.

Kegiatan Studi Ekskursi ke Singapura 2024 ini merupakan program tahunan yang bertujuan memberikan wawasan pendidikan lanjutan di Singapura. Selain itu, siswa-siswi juga belajar tentang budaya masyarakat Singapura dan public speaking.

Kegiatan yang berlangsung selama empat hari, 26-29 Februari 2024 lalu, ini merupakan kegiatan tahun kesembilan.

(Tanti Puspitorini/Era Restiani)