
SMAMDA.NET – Pengumuman SNBT pada hari Senin, 25 Mei 2026, membawa kabar gembira bagi Steffanie Michelle Kurniawan Wijaya. Siswi yang akrab disapa Steffanie ini berhasil diterima di jurusan Sastra Cina, Universitas Indonesia (UI).
Ia memilih UI karena universitas tersebut merupakan perguruan tinggi impiannya sejak kecil. Selain itu, UI dikenal sebagai salah satu universitas terbaik di Indonesia dengan lingkungan akademik yang berkualitas, sehingga membuka banyak peluang baginya untuk terus berkembang di masa depan. Sementara untuk jurusan Sastra Cina, ketertarikannya sudah tumbuh sejak kecil karena ia gemar mempelajari bahasa dan budaya dari berbagai daerah dan negara.
Berjuang Mandiri Tanpa Bimbel
Putri dari pasangan Wahyu Kurniawan dan Yusrini Puspita ini menceritakan bahwa perjalanannya tidaklah mudah. Karena tidak mengikuti bimbingan belajar (bimbel) di luar sekolah, ia menghadapi banyak tantangan, terutama dalam menjaga mentalitas sebagai pejuang otodidak.
”Melihat teman-teman mengikuti bimbel di luar sekolah, awalnya saya sempat merasa minder dan takut gagal. Namun, saya memutuskan untuk bangkit dan tetap fokus pada proses yang saya jalani,” ungkap Steffanie.
Beruntung, SMAMDA memiliki program SIP yang sangat membantu Steffanie untuk belajar secara lebih efektif. Untuk belajar mandiri, ia fokus mengikuti try out secara rutin dan mempelajari materi UTBK melalui YouTube sedikit demi sedikit setiap hari agar tidak kewalahan. Ia juga konsisten mengevaluasi hasil try out untuk memetakan kelemahan yang perlu ditingkatkan.
Dukungan Penuh dari Lingkungan Sekitar
Selama proses belajar, Steffanie mendapatkan banyak dukungan dari pihak sekolah, khususnya SMAMDA, baik dari para guru maupun lingkungan belajar yang sangat kondusif. Orang tuanya pun tidak pernah absen memberikan motivasi dan dukungan penuh, sehingga ia bisa tampil lebih percaya diri hingga akhirnya berhasil menembus UI.
Steffanie juga membagikan tips dan trik suksesnya bagi siswa lain:
- Konsisten dan Paham Konsep: Jangan terlalu terpaku pada durasi belajar yang lama, melainkan fokus pada konsistensi dan pemahaman konsep.
- Evaluasi Diri: Rajin berlatih soal dan mengatur waktu dengan baik.
- Jaga Kesehatan: Menjaga kesehatan fisik dan mental sangat penting agar tetap fokus saat ujian.
- Jangan Membandingkan Diri: Jangan sering membandingkan diri dengan orang lain karena proses setiap orang berbeda.
”Jangan takut untuk mencoba dan bermimpi setinggi langit, karena tidak ada yang mustahil di dunia ini jika kita mau terus berusaha, belajar, dan berdoa,” pesannya.
Menutup kisahnya, Steffanie mengungkapkan rasa syukur yang mendalam. Ia menyadari bahwa selain kerja keras yang telah dilakukan, faktor terbesar yang membawanya ke titik ini adalah restu serta doa dari kedua orang tua dan bimbingan luar biasa dari guru-guru di SMAMDA (widya dwi kharismawati).


Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.