
SMAMDA.NET – Kabar membanggakan kembali datang dari keluarga besar SMA Muhammadiyah 2 (Smamda) Surabaya. Salah satu siswa terbaiknya, Reyhan Rifqi Hardana, dinyatakan lolos dalam seleksi Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) dan berhasil diterima di Universitas Negeri Surabaya (Unesa) pada jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK).
Remaja kelahiran Surabaya, 18 April 2008 ini merupakan anak pertama dari pasangan Dewi Rahmani dan Soni Julipatono. Keberhasilannya menembus salah satu jurusan favorit di Unesa ini menjadi buah manis dari perjuangan panjang yang penuh lika-liku.
Sempat ‘Burnout’ dan Nilai Try Out yang Naik Turun
Perjalanan Reyhan menuju bangku kuliah tidaklah mulus. Di tengah ketatnya persaingan UTBK, ia sempat menghadapi kendala besar, yaitu fase burnout (kejenuhan ekstrem) akibat jadwal belajar yang terlalu padat. Ditambah lagi, nilai simulasi ujian (try out) yang diikutinya sempat mengalami fluktuasi atau naik turun secara drastis, yang sempat membuatnya cemas dan meragukan kemampuannya sendiri.
Namun, Reyhan tidak membiarkan kendala tersebut menghentikan langkahnya. Untuk mengatasi kejenuhan, ia mulai mengatur ulang manajemen waktunya secara lebih sehat, yakni mengombinasikan belajar intensif dengan istirahat yang cukup. Ketika nilai try out-nya turun, ia menjadikannya sebagai bahan evaluasi—bukan alasan untuk menyerah—dengan memetakan materi mana saja yang masih lemah untuk kemudian diperbaiki lewat bimbingan belajar (bimbel) dan diskusi bersama guru serta teman-temannya.
“Alhamdulillah, saya bersyukur sekali bisa diterima di Unesa, khususnya di jurusan PWK. Perjalanan saya sampai bisa diterima tentu tidaklah lancar karena membutuhkan usaha, doa, dan persiapan belajar yang konsisten,” ungkap Reyhan saat diwawancarai.
“Saya belajar melalui latihan soal, try out, bimbel, serta terus memperbaiki kekurangan selama proses persiapan UTBK. Dukungan dari orang tua, guru, dan teman-teman saya juga sangat membantu.” jelas Reyhan yang membeberkan proses belajarnya.
Tertarik Membangun Kota yang Nyaman
Pilihan Reyhan menjatuhkan hati pada jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) didasari oleh kepeduliannya terhadap lingkungan sekitar. Ia memiliki ketertarikan kuat pada bagaimana sebuah tata kota dirancang agar fungsional bagi masyarakat luas.
“Saya memilih jurusan PWK karena tertarik dengan perancangan lingkungan kota dan wilayah yang fungsional dan nyaman bagi masyarakat. Menurut saya, jurusan ini memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang lebih tertata, efisien, dan bermanfaat bagi masyarakat,” jelasnya secara visioner.
Langkah dan pilihan bidang studi Reyhan ini pun mendapatkan restu penuh dari keluarga. Pasangan Dewi Rahmani dan Soni Julipatono mengaku sangat bangga atas pencapaian putra sulung mereka.
“Saya sangat mendukung pilihan jurusan yang diambil anak. Sebagai orang tua, yang penting jurusan yang dipilih itu adalah jurusan yang Reyhan sukai karena nantinya dia yang akan menjalani perkuliahan selama 4 tahun.,” ujar Dewi.
Era selaku wali kelas Reyhan di kelas 12.11 juga meyakini bahwa Reyhan dapat masuk ke jurusan yang diinginkan melalui jalur UTBK.
“Reyhan sempat sedih juga waktu pengumuman eligible dia tidak termasuk, tapi saya meyakinkan Reyhan bahwa Insya Allah ada rezeki lain dari Allah asal kamu tetap rajin belajar dan pantang menyerah.” ungkap Era.
Pesan untuk Adik Kelas: Jaga Konsistensi
Keberhasilan Reyhan membuktikan bahwa konsistensi dan mental yang tangguh adalah kunci utama dalam menghadapi ujian seleksi nasional.
Menutup ceritanya, Reyhan memberikan pesan motivasi bagi adik-adik kelasnya di SMA Muhammadiyah 2 Surabaya yang kelak akan menghadapi perjuangan yang sama.
“Pesan saya untuk adik-adik kelas adalah jangan takut mencoba dan jangan bermalas-malasan selama proses belajar. Semisal nilai kalian naik turun, jangan menyerah serta tetap percaya dan konsisten pada kemampuan diri sendiri, serta manfaatkanlah waktu sebaik mungkin karena setiap usaha yang diniatkan pasti akan membuahkan hasil yang maksimal,” pungkasnya optimis.
Penulis: Era


Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.