SMAMDA.NET – Sepuluh siswa SMA Muhammadiyah 2 Surabaya (Smamda) memadati area keberangkatan Terminal 2 Bandara Internasional Juanda, Kamis (15/1/2026). Didampingi Rimba Sekar Arum Shum MPd, mereka bertolak menuju Kuala Lumpur, Malaysia, untuk mengikuti Asia Youth International Model United Nations (AYIMUN) 2026.
Kesepuluh siswa itu adalah Muhammad Salif Jibran Isam XI.8, Kaysha Embun Meditama X.9, Shafiqa S.S X.1, Aiko A. Pitana X.1, Rikza Aufa Hananian X.3, Azka Putri Anindyawati X.2, Naiara Adhania Putrinisya X.4, Zaskia Annisa Jasmine X.2, Alena Naomi X.9, dan Ahmad Rasyid X.3.
Mukhlasin ST MPd, Kepala Smamda, menegaskan bahwa ini adalah keberangkatan kali ketiga siswa Smamda mengikuti AYIMUN. Tahun lalu, pada November 2025, Smamda memberangkatkan Ellysia Sherril Zavina X.11 ke Thailand, dan pada Januari 2025 sebanyak 24 siswa mengikuti kegiatan serupa.
“Smamda bekerja sama dengan International Global Network (IGN), penyelenggara AYIMUN, sejak 2024. Program ini sangat baik untuk melatih kemampuan public speaking siswa, dan sertifikat kepesertaannya terkurasi puspresnas,” ungkap Mukhlasin.
“Kami berharap lebih banyak siswa yang dapat mengikuti kegiatan ini di masa depan,” imbuhnya.
Event Bergengsi yang Dinantikan
AYIMUN menjadi ajang bergengsi yang sangat dinantikan para siswa untuk belajar menjadi delegasi PBB. “Akhirnya hari yang saya tunggu tiba, sudah tidak sabar rasanya menjalani momen berkesan ini,” ungkap Aiko A. Pitana.
Ia mengaku nervous karena ini pengalaman pertamanya. Untuk persiapan, Aiko membutuhkan waktu sekitar lima hari menyelesaikan papernya, bersamaan dengan mengikuti English Camp 2026 di Kampung Inggris, Pare. Dalam AYIMUN, ia menjadi delegasi Brazil di UN Human Rights Council (UNHRC).
Sementara Muhammad Salif Jibran Isam XI.8 juga menantikan event ini dengan perasaan yang sama. Isam menyiapkan papernya sebagai delegasi Republik Bulgaria di UNHRC selama tiga minggu.
Orang Tua Mendukung Penuh
Orang tua siswa memberikan dukungan penuh. Dian Prasetyawati ST MT, ibu Aiko, menyampaikan, program AYIMUN sangat bagus karena tidak hanya mewadahi kemampuan public speaking dalam bahasa Inggris. “Tetapi juga memperluas wawasan dan edukasi mereka tentang permasalahan global,” ujarnya.
Dian berharap, sepulang kegiatan, putrinya lebih percaya diri, kemampuan komunikasinya terasah, dan memiliki banyak pengalaman serta wawasan mengenai isu dunia.
Kegiatan AYIMUN 2026 berlangsung selama empat hari, mulai 16 hingga 19 Januari 2026, dengan sekitar 1.200 peserta dari 39 negara.

