SMAMDA.NET – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan SMA Muhammadiyah 2 Surabaya (Smamda). Tiga siswanya berhasil meraih dua penghargaan sekaligus, yakni Juara Umum dan Juara 1 Karya Tulis Ilmiah subtema Inovasi Digital dalam ajang Impact FIKKIA Olympiad and Research yang diselenggarakan pada 13 September 2025 di Kampus FIKKIA Universitas Airlangga (Unair) Banyuwangi.
Ketiga siswa tersebut adalah Sabira Ziraili Fardiansyah, Aulia Husna Ramadhani, dan Tasya Malihah Dynanthi Fajar dari kelas 12.1. Mereka mengusung karya tulis ilmiah berjudul “Evaluasi Penerimaan Pengguna Mobile JKN dengan Analisis Persepsi dan Kerangka TAM untuk Peningkatan Pelayanan Kesehatan.”
Lomba karya tulis ilmiah ini melalui proses seleksi ketat, mulai dari seleksi abstrak, seleksi full paper, hingga babak final berupa presentasi dan penilaian poster. Seleksi abstrak dan naskah dilakukan secara daring, sementara presentasi final dilaksanakan secara luring di Kampus FIKKIA Universitas Airlangga Banyuwangi.
Karya tim Smamda dinilai unggul karena membahas isu aktual layanan kesehatan digital, khususnya aplikasi Mobile JKN BPJS Kesehatan, serta dianalisis menggunakan pendekatan Technology Acceptance Model (TAM) yang dinilai kuat secara metodologis dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Berangkat dari Masalah Nyata
Ide penelitian ini berangkat dari meningkatnya pemanfaatan teknologi digital dalam layanan kesehatan dan pentingnya memastikan teknologi tersebut dapat diterima masyarakat. Melalui riset ini, tim berharap dapat memberikan rekomendasi berbasis data terkait pengalaman pengguna sekaligus mengidentifikasi faktor penentu penerimaan teknologi digital.
Proses penelitian dilakukan secara sistematis, mulai dari identifikasi masalah, studi literatur, pengumpulan data, analisis sentimen, pelabelan TAM, uji hipotesis, hingga penarikan kesimpulan.
Di balik prestasi tersebut, perjuangan tim tidaklah mudah. Aulia Husna Ramadhani menceritakan bahwa tantangan terbesar adalah deadline yang berdekatan, sehingga mereka harus bekerja ekstra untuk menyelesaikan full paper tepat waktu. Tasya Malihah Dynanthi Fajar menambahkan, tim hanya memiliki waktu satu minggu untuk menyiapkan powerpoint dan poster menuju babak final, termasuk latihan presentasi berdurasi maksimal 10 menit.
Guru pembimbing, Eka Haris Prastiwi SPd, menyaksikan langsung ketekunan anak didiknya. “Latihan presentasi tidak hanya di sekolah. Mereka belajar di kereta, lanjut di hotel, sampai benar-benar siap. Semangat mereka luar biasa, tidak kenal lelah dan pantang menyerah,” tuturnya bangga.
Tak Menyangka Raih Dua Juara Sekaligus
Menjelang pengumuman pemenang, ketegangan sudah terasa sejak H-1 babak final. Namun, hasil akhir benar-benar di luar dugaan.
“Kami awalnya tidak berekspektasi menjadi Juara 1 subtema Inovasi Digital. Bahkan sempat mengira hanya mendapatkan Best Poster. Tapi ternyata kami justru menjadi Juara Umum. Kami sangat kaget, bersyukur, dan bangga bisa membawa pulang dua gelar sekaligus serta berfoto dengan membawa bendera Smamda,” ujar Aulia Husna Ramadhani.
Ketua tim, Sabira Ziraili Fardiansyah, berharap prestasi ini menjadi awal perjalanan panjang mereka. “Kami ingin terus mencetak prestasi untuk mendukung perjalanan menuju PTN. Semoga suatu hari bisa kembali ke Banyuwangi lagi dengan tujuan lain, yaitu ke Kawah Ijen,” ujarnya.
Keberhasilan ini juga mendapat apresiasi dari orang tua siswa. Ibu Yuliati, orang tua Tasya Malihah Dynanthi Fajar, menyampaikan rasa syukur dan bangganya. “Prosesnya tidak mudah, tapi mereka belajar disiplin, kerja sama, dan tanggung jawab. Terima kasih kepada guru pembimbing dan sekolah yang sudah membimbing hingga meraih prestasi ini,” ungkapnya.
Selain meraih Juara Umum dan Juara 1 subtema Inovasi Digital, tim Smamda juga memperoleh golden ticket. Prestasi ini menegaskan bahwa kerja keras, ketekunan, dan kolaborasi mampu membawa siswa Smamda melangkah lebih jauh di dunia riset dan inovasi.

