
SMAMDA.NET – Perjuangan menuju perguruan tinggi impian selalu menyimpan cerita yang penuh makna. Ada kerja keras, air mata, kegagalan, hingga doa yang terus dipanjatkan tanpa henti. Hal itulah yang dirasakan Tatsbita Lathifa Airlangga Djojonegoro, atau yang akrab disapa Bita, siswa SMA Muhammadiyah 2 Surabaya (Smamda) hingga akhirnya berhasil diterima di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Brawijaya melalui jalur Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT) pada Senin, 25 Mei 2026.
Ketertarikan Bita terhadap dunia kedokteran muncul sejak lama. Ia mengaku selalu kagum melihat bagaimana seorang dokter mampu menangani pasien dan menyelesaikan berbagai kasus dengan baik. Di balik profesi tersebut, ia juga melihat perjuangan panjang yang harus dilalui untuk menjadi dokter profesional.
Namun, dari sekian banyak bidang kedokteran, Bita justru menemukan ketertarikan khusus pada dunia kedokteran gigi. Menurutnya, jurusan tersebut sangat sesuai dengan passion yang ia miliki.
“Saya merasa passion saya ada di kedokteran gigi, mulai dari keterampilan tangan yang dibutuhkan sampai keahlian dalam mendeteksi pergerakan gigi,” ungkap Bita.
Perjalanan Bita menuju jurusan impiannya tidak berjalan mulus. Pada jalur Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP), ia hanya memilih satu tujuan, yaitu Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga. Namun Bita gagal. Setelah itu, ia kembali mencoba peruntungan melalui jalur International Undergraduate Program (IUP) Kedokteran Universitas Airlangga (Unair). Namun, hasil yang diharapkan juga belum berhasil diraih.
Kegagalan berturut-turut tersebut sempat membuat Bita merasa sedih dan kecewa karena belum mampu membanggakan kedua orang tuanya serta meraih jurusan yang diinginkan. Meski demikian, Bita tidak ingin larut terlalu lama dalam kesedihan. Jarak waktu yang singkat antara pengumuman IUP dan pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) justru menjadi motivasi baginya untuk bangkit dan memanfaatkan kesempatan terakhir sebaik mungkin.
“Meskipun waktunya cukup dekat, saya berusaha semaksimal mungkin agar tidak menyia-nyiakan kesempatan mendapatkan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui jalur UTBK,” kata bungsu dua bersaudara ini.
Dalam menghadapi UTBK, Bita melakukan berbagai persiapan secara matang. Ia rutin mengerjakan latihan soal, mengulang kembali materi yang dipelajari di tempat bimbingan belajar, serta menjaga kondisi fisik dan mental agar tetap prima selama proses belajar yang panjang.
Di jalur SNBT, Bita memilih dua program studi, yaitu Kedokteran Unair sebagai pilihan pertama dan Kedokteran Gigi UB sebagai pilihan kedua. Ia mengaku tantangan terbesar saat UTBK adalah mengatur waktu serta memahami soal dengan cepat dan tepat saat ujian berlangsung.
Menjelang pengumuman SNBT, Bita berusaha menjaga pikirannya tetap positif. Ia memilih untuk terus optimis dan memperbanyak doa kepada Allah SWT agar seluruh kerja kerasnya dapat membuahkan hasil terbaik.
“Saat akan membuka pengumuman saya takut ditolak, tapi saya tetap optimis sambil berdzikir. Alhamdulillah saya diterima di FKG UB,” tuturnya penuh syukur.
Bagi Bita, penolakan bukanlah akhir dari segalanya. Justru kegagalan yang pernah dialami menjadi pemicu untuk terus berkembang dan berusaha lebih baik.
“Jangan pernah pesimis dengan kemampuan diri sendiri. Tetap berusaha semaksimal mungkin dan percaya pada kuasa Allah. Penolakan yang kita dapat bisa menjadi pemicu keberhasilan di masa depan,” pesannya kepada teman-teman seperjuangannya.
Keberhasilan Bita tentu tidak lepas dari dukungan banyak pihak. Ia menyampaikan rasa syukur kepada Allah SWT, kedua orang tuanya, para guru di Smamda yang telah mendampingi proses perjuangannya hingga berhasil lolos SNBT 2026.
“Smamda adalah tempat saya menimba ilmu dan tempat terbentuknya karakter saya,” ujar siswa yang hobby main basket ini.
Sang mama, Miyuki Soeweify, juga mengungkapkan rasa bangga dan syukurnya atas pencapaian sang putri.
“Alhamdulillah kami bersyukur dan bangga Bita bisa lolos SNBT Kedokteran Gigi UB,” ungkap Yuki.
Yuki juga menyampaikan terima kasih kepada guru-guru Smamda yang telah membimbing Bita selama proses persiapan masuk perguruan tinggi.
Ke depan, Bita berharap dapat menjalani masa perkuliahan dengan baik serta terus berkembang menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Ia juga berharap Smamda terus menjadi sekolah yang sukses dan mampu melahirkan siswa-siswi hebat di masa depan.
Di balik keberhasilannya, Bita juga menyadari pentingnya kerja sama dan komunikasi dengan teman-teman selama masa persiapan UTBK. Menurutnya, saling bertukar informasi, berdiskusi, dan membantu satu sama lain menjadi salah satu hal yang sangat penting dalam proses belajar.
Kini, langkah baru telah menanti Bita di Kedokteran Gigi UB. Sebuah awal perjalanan panjang untuk menggapai cita-cita dan mengabdikan diri melalui profesi yang telah lama ia impikan.
(Hajjar Ekasari)


Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.