SMAMDA.NET – SMA Muhammadiyah 2 Surabaya (Smamda) menggelar rangkaian kegiatan Marhaban Ya Ramadan melalui Tabligh Akbar pada Ahad (22/2/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 13.00 WIB ini bertempat di Masjid Nurul Ilmi Smamda dan diikuti seluruh siswa kelas X, XI, XII, serta guru dan karyawan.
Acara diawali dengan lomba cosplay tokoh-tokoh Islam inspiratif. Para siswa tampil memerankan figur seperti Ahmad Dahlan, Siti Walidah, Agus Salim, Muhammad Al Fatih, hingga Buya Hamka. Tidak sekadar mengenakan kostum, peserta juga menyampaikan biografi singkat serta nilai keteladanan dari tokoh yang diperankan.
Kepala SMA Muhammadiyah 2 Surabaya Mukhlasin ST MPd membuka kegiatan dengan tausiyah yang mengingatkan pentingnya memahami hadis secara utuh. Ia menyinggung hadis tentang “tidurnya orang puasa adalah ibadah” yang kerap dipahami secara parsial.
“Hadis tersebut tidak berhenti sampai di situ. Jangan sampai kita memaknainya sebagai pembenaran untuk bermalas-malasan. Ramadan adalah momentum untuk meningkatkan kualitas diri,” tegasnya.
Memasuki acara inti, Tabligh Akbar menghadirkan Afif Hidayatullah SE SPd MAk CHt CNNLP CSTMI, motivator pendidikan, praktisi hipnoterapi, sekaligus trainer pengembangan diri yang aktif memberikan pelatihan di berbagai sekolah dan komunitas. Dengan pengalaman dalam bidang penguatan mental dan terapi pengembangan potensi remaja, ia membawakan tema Siswa Hebat Bukan yang Tak Pernah Lelah, Tapi yang Mampu Bangkit dari Masalah.
Dalam pemaparannya, Afif menyampaikan bahwa kehilangan semangat belajar lebih berbahaya daripada kehilangan ijazah. Menurutnya, semangat merupakan fondasi utama untuk terus bertumbuh dan bangkit menghadapi tantangan.
Dia menjelaskan, hilangnya motivasi tersebut sering kali dipicu kebiasaan orang tua membanding-bandingkan anak dengan saudara atau orang lain sehingga tanpa disadari dapat menurunkan rasa percaya diri dan semangat belajar.
“Ketika anak sering dibandingkan, motivasinya bisa turun. Rumah seharusnya menjadi sumber kehidupan dan dukungan, bukan sekadar tempat untuk hidup,” ujarnya.
Dia juga menekankan bahwa kunci keberhasilan manusia terletak pada kecerdasan spiritual, sosial, dan intelektual. Dengan ketiga kecerdasan tersebut, seseorang akan memiliki daya bangkit saat menghadapi masalah.
“Kalian itu sebenarnya bisa segalanya. Terkadang yang menghambat hanyalah kurang percaya diri,” pesannya menyemangati para siswa.
Menariknya, Afif juga mengajarkan terapi sederhana untuk membantu siswa menghilangkan mental block sehingga mereka dapat melepaskan pikiran negatif yang selama ini menghambat perkembangan diri. Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama yang berlangsung penuh kekhusyukan.
Menjelang Magrib, seluruh peserta melaksanakan salat berjamaah dilanjutkan buka puasa bersama. Rangkaian kegiatan hari itu ditutup dengan salat Isya dan Tarawih berjamaah, menjadikan momentum Marhaban Ya Ramadan di Smamda sebagai ajang penguatan spiritual sekaligus motivasi diri bagi seluruh warga sekolah.
Salah satu siswa kelas X, Qaesar Arka, mengaku materi yang disampaikan sangat relevan dengan kondisi saat ini.
“Saya merasa tertampar ketika dijelaskan tentang semangat belajar. Kadang memang kita lebih mudah menyerah karena merasa tidak percaya diri. Terapi menghilangkan mental block tadi juga membuat saya lebih tenang. Saya jadi sadar kalau selama ini yang membatasi diri saya adalah pikiran saya sendiri. Setelah ikut kegiatan ini, saya jadi lebih yakin untuk bangkit lagi,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, Smamda berharap seluruh siswa dapat menyambut Ramadan dengan semangat baru, mental yang lebih kuat, serta kesiapan untuk terus bangkit menghadapi setiap tantangan kehidupan.

