SMAMDA.NET – SMA Muhammadiyah 2 Surabaya (Smamda) menerima kunjungan Gabriela Larreas, guru tamu asal Ekuador, pada Rabu (4/2/2026). Gabi, sapaan akrabnya, memang telah merencanakan kunjungan ke Smamda karena ingin melihat langsung salah satu sekolah Islam terbaik di Surabaya tersebut.
Ia mendengar nama besar Smamda dari Mr Tom Kamm, guru native asal Jerman yang mengajar mata pelajaran fisika dan matematika.
Pertama kali menginjakkan kaki di Smamda, Gabi mengaku sangat takjub dengan gedung sekolah yang megah. “Wow, it’s a very big school with all facilities. The building is in a great condition,” ungkapnya.
Dia semakin senang ketika bertemu siswa-siswi Smamda yang telah menunggu di meeting room lantai 4 Smamda Tower. Gabi pun bersiap memberikan wawasan tentang negaranya, Ekuador.
“Good morning, selamat pagi semua. Nama saya Gabriela Larreas, saya berasal dari Ekuador,” ucapnya sambil tersenyum.
Mahasiswa magister manajemen Universitas Negeri Surabaya ini menegaskan bahwa ia telah tinggal di Surabaya selama lima bulan.
Mengawali paparannya, Master Digital Design ini menjelaskan letak geografis Ekuador, ibu kota, mata uang, bahasa yang digunakan, hingga bendera beserta makna warna dan gambar di dalamnya.
“Then, I would like to explain about Ecuador, one small country, four worlds,” lanjutnya. Lulusan Jurnalis Multimedia Universitas San Francisco de Quito ini menerangkan bahwa Ekuador memiliki empat bentang alam utama yang dikenal dunia.
Wilayah pertama adalah Coast (costa), kawasan pantai yang menjadi pusat pemancingan dan penghasil buah tropis. Kedua, Andes (sierra), area pegunungan tinggi vulkanik yang di dalamnya terdapat pasar tradisional. Ketiga, Amazon (amazonia), hutan hujan dengan sungai-sungai yang menjadi tempat tinggal ribuan spesies.
Terakhir adalah Kepulauan Galapagos yang memiliki hewan endemik dan merupakan bentang alam yang dilindungi. Dari keempat wilayah tersebut, perempuan penyuka nasi rawon ini menjelaskan secara detail, mulai dari kondisi alam, makanan, hingga pakaian tradisional. Ia juga menambahkan sejumlah fun fact yang menarik.
Antusiasme siswa meningkat saat Gabi memaparkan Kepulauan Galapagos, gugusan pulau vulkanik yang berjarak sekitar seribu kilometer dari pantai Ekuador. Kepulauan ini merupakan habitat penyu raksasa, burung booby berkaki biru, iguana laut, dan singa laut.
“Galapagos Island is a UNESCO natural treasure. It’s very protected,” tegas Gabi. “The fun fact is Darwin visited Galapagos and noticed small differences in animals on each island. The idea led to his theory of how species slowly change,” imbuhnya.
Dia menjelaskan bahwa pengamatan Darwin di Galapagos menjadi cikal bakal lahirnya teori evolusi.

Ari Hardianto/Klikmu.co)
Suasana semakin seru ketika siswa Smamda diajak belajar beberapa kosakata bahasa Spanyol. Satu per satu siswa mempraktikkan pengucapan kata-kata tersebut yang diselingi gelak tawa.
Pada sesi tanya jawab, Mahad Madani Rafan dari kelas XI.2 bertanya, “What kind of necklace are you wearing?”
Gabi pun menjelaskan bahwa kalung yang dikenakannya bernama collar de mullos, yang berarti kalung. Setelah diamati, kalung tersebut ternyata mirip dengan manik-manik khas Kalimantan. “Wah, ternyata ada kesamaan ya antara Ekuador dan Kalimantan,” seloroh Mahad.
Kunjungan guru tamu dari Ekuador ini mendapat sambutan positif dari para siswa. Khaliesha Fitra Amira, siswa kelas XI.10, mengaku kegiatan tersebut sangat menarik.
“Kegiatan sharing session tentang Ekuador ini sangat menarik. Kita jadi tahu banyak hal tentang budaya, bahasa, dan penampakan alamnya. Semoga kegiatan sosialisasi seperti ini terus berlanjut dengan paparan dari negara yang berbeda,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan Ahmad Rafi Maulana dari kelas XI.3. Menurutnya, kunjungan guru tamu Ekuador berlangsung seru dan menambah wawasan meski dikemas secara santai.
“Saya mendapat banyak hal baru tentang Ekuador, terutama fun fact seperti Panama hat yang ternyata meskipun bernama Panama, berasal dari Ekuador,” tuturnya.
“Saya semakin sadar pentingnya belajar keberagaman budaya dan alam, serta tertarik mengikuti program pertukaran budaya internasional di masa mendatang,” pungkasnya.


Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.