Dari Mimpi Kecil ke Kampus Dunia: Kisah Nathania Aurellia Maharani Tembus Dua Universitas Bergengsi

SMAMDA.NET – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh siswa SMA Muhammadiyah 2 Surabaya (Smamda). Nathania Aurellia Maharani, siswi kelas 12.5, berhasil diterima di dua kampus bergengsi sekaligus, yakni University of Western Australia dan Universitas Airlangga pada jurusan Hubungan Internasional.
Kabar tersebut tentu menjadi momen tak terlupakan bagi Aurell. Ia mengaku sangat bersyukur sekaligus terkejut saat mengetahui dirinya lolos di dua universitas impian tersebut. “Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dan kaget saat membuka pengumuman dari dua universitas sekaligus. Ini adalah mimpi saya sejak kecil, dan Allah benar-benar mengabulkannya,” ungkapnya penuh haru.

Ketertarikan Aurell pada dunia Hubungan Internasional ternyata sudah tumbuh sejak usia dini. Berawal dari cita-cita sederhana ingin menjadi diplomat dan berkeliling dunia, minat tersebut semakin kuat seiring kebiasaannya membaca buku biografi tokoh-tokoh penting Indonesia. Sosok diplomat seperti K.H. Agus Salim dan A.R. Baswedan menjadi inspirasi awal yang menanamkan semangat pengabdian melalui diplomasi.

Pengalaman mengikuti ajang Model United Nations seperti AYIMUN juga semakin membuka wawasan Aurell tentang pentingnya diplomasi dalam menjaga perdamaian dunia. Ia pun bercita-cita menjadi seorang analis sekaligus diplomat yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi Indonesia di kancah global.

Perjalanan menuju pencapaian ini bukanlah hal yang instan. Sejak kelas 10, Aurell telah menyusun strategi matang dengan menjaga konsistensi nilai akademik serta aktif berorganisasi di IPM. Ia juga mengikuti berbagai kompetisi seperti debat dan Model United Nations untuk memperkuat portofolio. Namun, tantangan terbesar datang dari padatnya aktivitas yang harus dijalani. Mulai dari organisasi, bimbingan belajar, hingga kursus bahasa Inggris, semuanya harus dijalankan beriringan. Puncaknya terjadi saat ia harus mempersiapkan IELTS untuk studi luar negeri sekaligus menghadapi Tes Kompetensi Akademik (TKA).
“Di situ saya benar-benar belajar menentukan skala prioritas. Saya harus tetap menjaga nilai akademik tanpa mengabaikan tanggung jawab organisasi,” jelasnya.

Setelah melalui berbagai pertimbangan, Aurell akhirnya memilih melanjutkan studi di Program Studi Hubungan Internasional Universitas Airlangga. Keputusan ini didasari reputasi program studi yang unggul serta peluang pengembangan diri melalui jaringan alumni, organisasi, dan kompetisi.

Keberhasilan Aurell tidak lepas dari dukungan keluarga. Ibunda Aurell, Kristina Ekawati, mengungkapkan rasa syukur dan bangganya atas pencapaian sang anak. Ia menyebut bahwa hasil ini merupakan buah dari kerja keras, doa, dan usaha yang konsisten.
“Kami selalu berusaha memfasilitasi kebutuhan belajar Aurel, mulai dari bimbingan belajar hingga kursus bahasa Inggris sejak kecil. Selain itu, kami juga terus mendampingi dan mendoakan agar semua prosesnya diberi kelancaran,” tuturnya.

Bagi Aurell, pencapaian ini bukan hanya hasil usahanya sendiri, tetapi juga buah dari doa dan dukungan banyak pihak, mulai dari keluarga, guru, hingga teman-teman terdekat yang selalu menjadi support system-nya.
Menutup wawancara, Aurell membagikan pesan inspiratif bagi teman-teman seusianya. Ia mengajak untuk tidak takut bermimpi dan mulai menyusun rencana sejak dini. “Semua berawal dari mimpi. Dengan perencanaan yang matang, kerja keras, dan doa, insyaAllah kita bisa meraih kampus impian,” pesannya.

Kisah Nathania Aurellia Maharani menjadi bukti bahwa mimpi besar yang dibarengi usaha nyata mampu membawa seseorang melangkah hingga ke gerbang dunia.

Eka Haris Prastiwi

Author:

I Am the Admin