SMAMDA.NET – Bagi siswa kelas 12 SMA Muhammadiyah 2 Surabaya (Smamda), perjalanan ke Semarang dan Bandung pada 8–11 Desember 2025 bukan sekadar kegiatan luar kelas. Perjalanan ini menjadi momen penting untuk menyusun mimpi, mengenal dunia perguruan tinggi, dan membangun keyakinan akan masa depan yang sedang mereka tuju.
Melalui program pembelajaran luar kelas Field Trip Study Activities (FISA), Smamda menghadirkan pengalaman belajar yang kontekstual dan bermakna. Program FISA dirancang untuk siswa kelas 10, 11, dan 12 dengan tujuan yang disesuaikan dengan kebutuhan dan perkembangan setiap jenjang. Khusus bagi kelas 12, FISA menjadi ruang eksplorasi perguruan tinggi sekaligus persiapan transisi menuju dunia kampus.
Mengusung tema “Smamda Explore Universities of Semarang and Bandung”, FISA kelas 12 tahun ini memiliki tujuan kunjungan ke Universitas Diponegoro (UNDIP) di Semarang, Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Telkom University di Bandung.
Menyapa Dunia Kampus di UNDIP
Hari pertama diawali dengan kunjungan ke Universitas Diponegoro (UNDIP). Setibanya di kampus, siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok sesuai minat dan disebar ke berbagai fakultas, yakni FISIP, Fakultas Teknik, Fakultas Hukum, Fakultas Ilmu Budaya, serta Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.
Di setiap fakultas, siswa memperoleh pemaparan langsung mengenai program studi, fasilitas, peluang beasiswa, hingga pengalaman keseharian mahasiswa. Diskusi berlangsung aktif, penuh rasa ingin tahu, dan membuka cakrawala siswa tentang ragam pilihan studi yang dapat mereka tempuh setelah lulus.
Menimba Inspirasi di Kota Bandung
Perjalanan kemudian berlanjut menuju Bandung, kota yang dikenal sebagai salah satu pusat pendidikan tinggi di Indonesia. Di kota ini, siswa Smamda mengunjungi ITB dan Telkom University, dua kampus dengan karakter dan keunggulan yang berbeda.
Di ITB Kampus Jatinangor, seluruh siswa mengikuti pemaparan umum mengenai dunia perkuliahan di ITB, mulai dari fakultas-fakultas yang ada, jalur penerimaan mahasiswa baru, hingga berbagai program akademik dan nonakademik. Antusiasme siswa tampak jelas ketika yel-yel Smamda menggema memenuhi GOR Pertemuan, menciptakan suasana penuh semangat dan kebanggaan.

Belajar Langsung di Telkom University
Kunjungan di Telkom University memberikan pengalaman yang lebih aplikatif. Siswa kembali dibagi ke dalam kelompok untuk mengunjungi berbagai fakultas, di antaranya Fakultas Teknik Elektro (Program Studi Teknik Elektro, Teknik Komputer, Teknik Telekomunikasi, dan Teknik Biomedis), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), serta Fakultas Komunikasi dan Bisnis.
Tak hanya mendengarkan pemaparan, siswa juga berkesempatan mencoba langsung sistem komunikasi, praktikum robotika, mengunjungi Laboratorium Fiber Optik, serta Laboratorium Teknik Biomedis. Pengalaman ini membantu siswa mengaitkan teori yang dipelajari di sekolah dengan praktik nyata di dunia perkuliahan.
Salah satu siswa, Muhammad Rezvan Chauzar dari kelas 12.1, turut membagikan pengalamannya saat mengikuti kunjungan di Telkom University. Saat berada di Laboratorium Elektro Telkom University, Rezvan melihat dua robot yang dipamerkan, yaitu robot sumo dan robot pemilah sampah. Dari kedua robot tersebut, robot pemilah sampah menjadi yang paling menarik perhatiannya.
Robot dengan tinggi sekitar satu meter ini dikendalikan menggunakan stik PS dan dilengkapi lengan menyerupai crane yang mampu mengambil sampah dengan sistem penyedot. Rezvan juga berkesempatan mencoba langsung mengoperasikan robot tersebut dan mengaku kagum dengan teknologi yang diterapkan.
“Awalnya saya agak ragu karena belum pernah mencoba robot secara langsung, tapi setelah mencobanya justru jadi semakin tertarik. Kegiatannya seru dan membuat saya semakin tertantang untuk belajar teknologi lebih dalam,” ungkap Rezvan.
Selepas kunjungan ke kampus, siswa juga diajak menikmati suasana Kota Bandung di malam hari dengan menyusuri kawasan ikonik Jalan Braga. Tak hanya itu, siswa juga menikmati keindahan Floating Market yang memberikan pengalaman rekreasi edukatif sekaligus mempererat kebersamaan antarsiswa setelah rangkaian kegiatan akademik yang padat.
Pesan Kepala Sekolah
Kepala SMA Muhammadiyah 2 Surabaya Mukhlasin ST MPd menegaskan bahwa FISA merupakan bagian dari strategi sekolah dalam menyiapkan lulusan yang siap melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
“FISA bukan sekadar kunjungan kampus, tetapi proses pembelajaran kontekstual. Kami ingin siswa mengenal perguruan tinggi sejak dini, memahami minat dan potensinya, serta memiliki gambaran nyata tentang dunia perkuliahan agar mereka dapat menentukan pilihan dengan lebih mantap dan percaya diri,” ungkapnya.
Bagi para siswa, FISA menjadi ruang untuk menumbuhkan mimpi dan meneguhkan pilihan masa depan. M. Sefril Dhialail Rayyannadi, siswa kelas 12.4, mengungkapkan kesannya.
“Kegiatan FISA ini sangat seru. Saya senang bisa berkunjung langsung ke universitas yang selama ini menjadi impian,” ujarnya.
Melalui program FISA, Smamda tidak hanya memperkaya wawasan akademik siswa, tetapi juga membekali mereka dengan pengalaman nyata, motivasi, dan kepercayaan diri dalam menapaki gerbang perguruan tinggi. Sepulang dari perjalanan ini, para siswa membawa pulang lebih dari sekadar kenangan. Mereka membawa harapan, mimpi, dan tekad untuk melangkah lebih jauh.


Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.