Darul Arqom Smamda Hari Kedua: Menanamkan Adab sebagai Manifestasi Iman di Era Digital

SMAMDA.NET – Memasuki hari kedua kegiatan Darul Arqom siswa kelas XI SMA Muhammadiyah 2 Surabaya (Smamda) yang berlangsung di Pondok Pesantren eLKISI Mojokerto, berfokus pada pembentukan karakter dan etika berdakwah di era digital, Selasa  (10/3/2026).

Materi yang bertajuk “Adab sebagai Manifestasi Iman: Noble Character Saat Iman Berbuah Kesantunan” tersebut diikuti oleh 350 siswa, dengan narasumber Ustadzah Rohmatin SPd dan moderator Maurice Anantatoer Akbar SPd.

Dalam paparannya Rohmatin menekankan bahwa iman yang bersifat abstrak harus tercermin dalam perilaku nyata melalui adab yang baik.

“Iman itu tidak hanya di hati, tetapi harus tampak dalam perilaku. Sejuknya jiwa seseorang dapat dilihat dari santunnya kata dan tindakannya kepada orang lain,” ujarnya di hadapan para peserta.

Ia juga mengajak para siswa untuk memahami pentingnya adab dalam kehidupan sehari-hari, terutama kepada orang tua, guru, dan teman sebaya. Menurutnya, sikap santun bukan sekadar etika sosial, tetapi merupakan wujud dari keimanan seseorang.

Melalui materi ini, siswa diharapkan mampu menyadari bahwa karakter mulia dan kesantunan merupakan cerminan kualitas iman yang dimiliki.

Setelah itu materi kedua, para siswa mendapatkan wawasan tentang “Digital Manners: Menebar Kesejukan di Ruang Maya” yang disampaikan oleh Ustadz Ardhian Zahroni ST MPd, dengan moderator Muhammad Zarkasi SPd.

Dalam materinya, Ardhian mengajak siswa untuk memahami dinamika sosial media yang sering kali dipenuhi komentar negatif dan perdebatan tidak sehat. Ia menekankan pentingnya strategi dakwah yang santun dan menyejukkan di tengah arus informasi digital yang begitu cepat.

Menurutnya, generasi muda memiliki peran penting dalam menciptakan ruang digital yang lebih positif. Melalui konten yang kreatif, estetis, dan tetap sesuai dengan nilai-nilai syariat, siswa dapat menjadi agen dakwah yang membawa pesan kebaikan.

“Media sosial bisa menjadi ladang pahala jika digunakan dengan benar. Buatlah konten yang menenangkan, bukan yang memancing emosi,” pesannya.

Ia juga mendorong para siswa untuk memanfaatkan akun media sosial mereka sebagai sarana menyebarkan pesan positif dan inspiratif, sehingga mampu menjadi bagian dari gerakan “Sejukkan Jiwa” di ruang digital.

Setelah rangkaian materi selesai, para peserta melanjutkan kegiatan dengan istirahat sebelum memasuki agenda sore. Menjelang waktu Magrib, siswa mengikuti kegiatan tadarus Al-Qur’an yang dilanjutkan dengan setoran hafalan Surah Al-A’la kepada para pendamping.

Salah satu peserta Darul Arqom, Ken Brahm Maulana dari kelas XI.2, mengaku materi yang disampaikan sangat relevan dengan kehidupan siswa saat ini. “Materi tentang adab membuat saya lebih sadar bahwa sikap kepada orang tua, guru, dan teman sebenarnya mencerminkan iman kita. Selain itu, penjelasan tentang media sosial juga membuka pandangan saya bahwa akun yang kita miliki bisa digunakan untuk menyebarkan hal-hal positif,” ungkapnya.

Menutup rangkaian kegiatan hari kedua, para siswa mengikuti sesi muhasabah diri yang dipandu oleh Maurice Anantatoer Akbar. Dalam suasana yang khidmat, para peserta diajak untuk merefleksikan diri, mengingat kembali hubungan dengan orang tua, guru, serta perjalanan ibadah mereka selama ini.

Kegiatan ini menjadi momen yang menyentuh bagi para siswa untuk memperbaiki diri dan menata kembali niat dalam menjalani kehidupan ke depan, serta diharapkan mampu memperkuat kesadaran spiritual siswa sekaligus membentuk karakter yang santun, baik dalam kehidupan nyata maupun di ruang digital.

Author:

I Am the Admin