Detik-Detik Menegangkan hingga Haru, Harys Siswa Smamda Lolos Kedokteran Gigi Unair Lewat SNBP

SMAMDA.NET – Suasana tegang menyelimuti sebuah sudut rumah pada Selasa (31/3/2026) sore. Tepat pukul 15.00 WIB, momen yang dinanti-nantikan akhirnya tiba: pengumuman Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP). Di depan layar laptop, Muhammad Hasan Arasy, siswa kelas 12.1 SMA Muhammadiyah 2 Surabaya (Smamda), duduk bersama bunda dan kakaknya.

Detak jam terasa lebih keras dari biasanya. Harys—sapaan akrab Muhammad Hasan Arasy—mengaku sempat diliputi keraguan saat hendak menekan tombol untuk melihat hasil. Doa lirih terus dipanjatkan, sementara dukungan keluarga menjadi sumber kekuatan di tengah ketegangan.

Perasaan itu seketika berubah menjadi haru dan bahagia saat hasil yang muncul di layar berwarna biru—tanda kelulusan.

“Alhamdulillah, saya dinyatakan diterima di Kedokteran Gigi Universitas Airlangga jalur SNBP,” ujar Harys dengan penuh syukur.

Perjalanan Harys menuju Kedokteran Gigi Universitas Airlangga (Unair) tidaklah instan. Ia sempat bimbang menentukan jurusan karena memiliki minat yang luas, mulai dari bidang kesehatan, teknik, hingga seni. Dalam kebingungan tersebut, Harys memilih untuk mendekatkan diri kepada Allah melalui salat istikharah hingga akhirnya mantap memilih Kedokteran Gigi Unair.

Langkah awalnya dimulai dengan memastikan diri sebagai siswa eligible. Usahanya membuahkan hasil dengan meraih peringkat eligible pertama di sekolah. Selain itu, ia juga memenuhi syarat kesehatan utama, yakni tidak buta warna.

Dalam proses pendaftaran, Harys mengunggah berbagai dokumen melalui portal SNPMB, termasuk prestasi-prestasi yang telah diraihnya. Di antaranya Juara 3 Olimpiade Nasional Bidang Matematika ME Awards 2024, Juara 2 tingkat kota OMBN 2025 bidang matematika, serta partisipasi dalam Global Design Challenge STEM Opportunity.

Keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan banyak pihak. Harys menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada kedua orang tua dan para guru di Smamda.

“Ini bukan hanya hasil kerja keras saya, tetapi juga doa tulus orang tua dan bimbingan guru-guru yang menjadi fondasi utama saya,” tutur siswa yang hobi membaca ini.

Ke depan, Harys memiliki tekad besar untuk menimba ilmu secara maksimal, lulus tepat waktu dengan prestasi terbaik, serta mengabdikan diri dalam memperluas akses layanan kesehatan gigi yang berkualitas. Ia juga ingin membuktikan bahwa kesempatan yang diperolehnya melalui jalur SNBP dapat dipertanggungjawabkan dengan dedikasi nyata.

Tak lupa, ia memberikan pesan kepada teman-teman seperjuangan yang masih menempuh jalur seleksi lain agar tetap semangat dan percaya pada proses. Kepada adik kelasnya, Harys berpesan untuk berani bermimpi besar dan mempersiapkan diri dengan disiplin serta konsistensi.

Ibu Laeli bunda Harys merasa syukur dan bangga atas capaian sang anak.

“Harys calon dokter pertama di keluarga kami. Kami berharap Harys menjadi dokter yang amanah dan bermanfaat bagi masyarakat, terutama bagi mereka yang membutuhkan,” ungkapnya.

“Saya sangat berterima kasih kepada para guru Smamda yang selama ini telah membimbing Harys hingga ia berhasil mendapat nilai yang memuaskan dan jurusan yang diinginkan. Terkhusus Bu Hajjar yang telah banyak membantu prosesnya dari awal hingga akhir”, jelas ibu 4 anak ini.

Kisah Harys menjadi bukti bahwa kerja keras, doa, dan dukungan keluarga dapat mengantarkan seseorang meraih impian. Keberhasilannya diharapkan menjadi inspirasi bagi siswa lain untuk terus berprestasi dan membawa nama baik almamater di masa depan.

(Hajjar Ekasari)

Author:

I Am the Admin