Dua Kali Gagal Seleksi Nasional, Siswi Smamda Naura Alyssa Malah Diterima ITB Tanpa Tes

SMAMDA.NET – Perjalanan menuju kampus impian sering kali tidak berjalan mulus, namun hasil akhir tidak pernah mengkhianati usaha. Hal inilah yang dibuktikan oleh Naura Alyssa Azzahra Antory, remaja kelahiran Mataram, 1 Mei 2007. Setelah sempat menghadapi kegagalan di jalur SNBP dan SNBT, anak ke-3 dari 5 bersaudara pasangan Yohannes Setiawan dan Essy Dwi Retnani ini akhirnya resmi diterima di Sekolah Bisnis dan Manajemen, Institut Teknologi Bandung (SBM ITB).
Naura berhasil lolos melalui jalur Seleksi Siswa Unggul (SSU) ITB Gelombang 1 tanpa tes, dengan mengandalkan konsistensi nilai rapornya dari semester 1 hingga 5.

Terinspirasi sang Kakak dan Sempat Jalani Exchange
*********
Awalnya, Naura bercita-cita untuk melanjutkan studi di bidang kedokteran. Namun, pandangannya berubah di pertengahan kelas 11 setelah mendengarkan cerita sang kakak yang berhasil lulus di Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD) ITB pada tahun 2024.

“Dari situ Naura mulai tertarik sama ITB. Awalnya bingung sama kata-kata “di ITB itu yang dicari jurusannya, bukan fakultasnya”. Akhirnya kakak mulai mengarahkan sampai Naura tertarik ke Manajemen Rekayasa FTI, baru kemudian beralih ke SBM ITB,” ungkap Naura.

Memasuki kelas 12, tekadnya sudah bulat. Meski baru saja menyelesaikan program exchange (pertukaran pelajar) di luar negeri selama satu tahun, Naura langsung memacu diri untuk mengejar ketertinggalan materi pelajaran demi mengejar status “biru” (lolos) di SNBP.
Meski prediksi awalnya terbukti—ia ditolak di jalur SNBP—Naura tidak patah arang. Ia kembali belajar giat untuk menghadapi SNBT. Sayangnya, dewi fortuna belum berpihak di jalur tersebut. Namun, Naura rupanya sudah menaruh harapan besar pada jalur lain sejak awal, yaitu SSU ITB, sebuah jalur yang membuka 4 opsi seleksi (non-tes, talenta, tes, dan OSN).

“Jujur dari awal Naura sudah berharap pada jalur ini dan berekspektasi bisa lolos di gelombang pertamanya. Alhamdulillah ternyata benar, rezeki Naura di situ. Bisa lolos SSU ITB tanpa tes dan hanya menggunakan nilai rapor semester 1–5. Benar-benar enggak menyangka bisa nyantol di SBM ITB,” ujarnya bersyukur.

Era sebagai wali kelas Naura ketika kelas 11 dan masih menjadi guru Naura saat kelas 12 meyakini bahwa Naura bisa lolos SSU ITB berbekal nilai raport.

“Nilai raport Naura selalu menunjukkan progres yang naik, bahkan waktu kelas 10 selama 2 semester di awal selalu menduduki peringkat 3 besar paralel satu angkatan.” jelasnya.

Tercatat, satu-satunya tes tulis yang diikuti Naura tahun ini hanyalah UTBK saat mencoba jalur SNBT lalu.

Alasan Memilih SBM ITB
*********
Bagi Naura, SBM ITB bukan sekadar nama besar. Selain reputasinya sebagai salah satu sekolah bisnis terbaik di Indonesia dengan jaringan (networking) yang luas, iklim belajarnya yang kompetitif namun aplikatif menjadi daya tarik utama.

“Naura banyak dengar cerita dari teman seangkatan kakak bagaimana jurusan ini membawa mereka ke bidang pekerjaan yang baik. SBM ITB juga punya pendekatan pembelajaran berbasis praktik, seperti membuat real bisnis langsung di tahun pertama. Itu yang Naura suka,” tambahnya.

Siap Merantau di Jatinangor
*********
Menghadapi fase Tahapan Persiapan Bersama (TPB) yang akan dilaksanakan di kampus ITB Jatinangor, Naura mengaku tidak terlalu khawatir soal adaptasi lingkungan baru. Pengalamannya tinggal di luar negeri selama setahun menjadi modal mental yang kuat untuk hidup mandiri.

“Sekarang fokusnya lagi cari kost yang aman, nyaman, dan tentram di Jatinangor. Alhamdulillah di Bandung juga ada sahabat baik Mama yang dekat sama Naura. Banyak juga teman angkatan atas, teman dari Lombok dulu, dan teman-teman dari Bina Antarbudaya yang alhamdulillah banyak keterima di ITB,” katanya.

Essy sebagai Mama dari Naura tidak merasa khawatir dengan keputusan Naura yang merantau karena dia percaya bahwa Naura adalah anak yang bisa jaga diri dan memanajemen waktu.

“Pokoknya saya sudah pesan sama Naura jika ada sesuatu langsung info ke saya atau ke papinya.” ujarnya.

Pesan untuk Adik Kelas: Jaga Rapor dan Jaga Keseimbangan
*********
Menutup kisahnya, Naura membagikan tips dan pesan penyemangat bagi adik-adik kelasnya yang saat ini masih duduk di bangku kelas 10 hingga 12:
1. Fokus pada Nilai Rapor: “Belajar yang giat. Walau ada banyak jalur pas kuliah, kita enggak pernah tahu rezeki kita di mana. Lawan kalian nanti satu Indonesia. Jadi untuk kelas 10–12, fokus tinggatin rata-rata rapor, pasti enggak bakal nyesel.”
2. Persiapan Matang & Jaga Kesehatan: Selain giat belajar untuk persiapan TKA, Naura mengingatkan pentingnya olahraga yang seimbang agar otak dapat bekerja maksimal dalam mengingat materi.
3. Berdoa dan Berjuang Bersama: “Yang paling penting itu serahin semua ke Allah, tapi usaha kalian juga harus ada, seimbang ya! Tetap semangat, jangan terlalu stres, dan ingat buat berjuang sama-sama bareng teman kalian supaya prosesnya terasa fun!”

Penulis: Era

Author:

I Am the Admin