
SMAMDA.NET – Di tengah gempuran teknologi digital yang membuat anak-anak kian akrab dengan layar ponsel, sebuah aksi nyata yang menyegarkan hadir di Kota Pahlawan. Sekelompok pelajar dari SMA Muhammadiyah 2 Surabaya sukses menggelar program pengabdian masyarakat bertajuk “Fun Without Phone” di Taman Prestasi, Surabaya. Aksi sosial yang berlangsung pada Minggu, 31 Mei 2026 ini bertujuan untuk mengedukasi anak-anak agar lepas dari ketergantungan gadget sekaligus menghidupkan kembali budaya interaksi sosial yang sehat.

Fenomena anak-anak yang lebih memilih menghabiskan waktu dengan gawai dibandingkan berinteraksi dengan teman sebaya menjadi latar belakang kuat dicetuskannya gerakan ini. Selain sebagai bentuk kepedulian sosial, program ini juga menjadi wujud nyata pengaplikasian materi Sosiologi kelas XI mengenai materi Harmoni Sosial, di mana keharmonisan masyarakat dapat terwujud melalui kerja sama, toleransi, dan interaksi langsung.
Program pengabdian yang dipelopori oleh Kelompok 1 dari kelas XI-12 ini digawangi oleh Zakiya Almeira F. F. selaku ketua, bersama anggotanya yaitu Adrian Raffay S., Aisyah Aurelia T., dan Keenan Monoarfa, serta didampingi oleh Rany Gustya Ningsih, S.Sos. selaku guru pembimbing.
Sejak pagi hari pukul 07.40 WIB, tim sudah bersiap di lokasi untuk menyambut anak-anak yang tengah berkunjung ke Taman Prestasi. Kegiatan diawali dengan pendekatan persuasif dan penyampaian materi singkat selama 10-15 menit mengenai dampak negatif penggunaan gadget yang berlebihan, seperti menurunnya aktivitas fisik dan berkurangnya rasa empati di dunia nyata.

Usai sesi edukasi, anak-anak langsung diajak melakukan detoks digital melalui praktik bermain bersama. Suasana taman seketika pecah oleh gelak tawa saat anak-anak mulai menjajal permainan tradisional seperti kelereng, gacoan, hingga lompat tali. Tidak hanya bergerak aktif, sebagian anak juga tampak asyik membaca buku bersama para siswa pendamping di area ruang terbuka tersebut. Berdasarkan pantauan di lapangan, seluruh peserta memperlihatkan antusiasme yang tinggi; mereka mampu membaur, bekerja sama, dan menunjukkan sportivitas tanpa menyentuh ponsel sama sekali sepanjang kegiatan.
Zakiya Almeira, Ketua Kelompok 1, mengungkapkan bahwa pendekatan lewat bermain dan membaca langsung di alam terbukti sangat efektif untuk mengalihkan perhatian anak dari layar gawai. Melalui kegiatan ini, anak-anak dapat menyadari secara langsung bahwa beraktivitas dan berkomunikasi di dunia nyata jauh lebih menyenangkan dan bermanfaat dibandingkan dunia maya.
Kegiatan yang berlangsung hingga pukul 09.30 WIB ini diakhiri dengan pembagian snack sebagai bentuk apresiasi kepada anak-anak yang berpartisipasi, dilanjutkan dengan sesi foto bersama.
Meski durasi pelaksanaan relatif singkat, aksi nyata dari siswa SMA Muhammadiyah 2 Surabaya ini terbukti memberikan dampak positif yang nyata, baik secara fisik, sosial, maupun psikologis bagi peserta. Melalui publikasi gerakan ini, diharapkan masyarakat—khususnya para orang tua—semakin sadar akan pentingnya membatasi screen time pada anak. Menghidupkan kembali permainan tradisional dan budaya literasi luar ruangan dinilai menjadi salah satu langkah sederhana namun efektif dalam menciptakan harmoni sosial generasi muda di era digital, khususnya di Kota Surabaya.
Penulis: Rany


Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.