SMAMDA.NET – SMA Muhammadiyah 2 (Smamda) Surabaya resmi menutup kegiatan English Camp yang diselenggarakan di FEE Center, Kampung Inggris, Pare, Kediri. Kegiatan intensif yang berlangsung pada 4–10 Januari 2026 ini diikuti oleh 110 siswa, terdiri dari siswa kelas X, XI, XII (program susulan), serta para guru pendamping.
Sebelum prosesi penutupan, para siswa menunjukkan kebolehan mereka dalam English Talent Show. Berbagai bakat ditampilkan dengan percaya diri, mulai dari speech, movement command, singing, informal speech, dance, hingga pembacaan puisi (poem).
Beberapa pemenang diumumkan sebagai berikut. Juara Movement Command adalah Kelas C. Murid Terbaik diraih Suhaila Zahira (X.1) dan Aryo Fariz Bramantyo (X.1). lalu, Kamar Terbersih oleh Kamar 1 (Putri) dan Kamar Y (Putra).
Mr Malik, perwakilan FEE Center, memuji penampilan para siswa. “English Talent Show kali ini luar biasa,” ujarnya.
Ia juga memberikan pesan mendalam: “Apakah setelah pulang dari Pare kalian akan berhenti menggunakan bahasa Inggris? Di sini kalian dilatih untuk menjadi lebih mandiri, seperti membersihkan kamar sendiri dan menjaga kebersihan masjid. Satu pekan memang tidak mudah, tetapi kalian telah belajar bersosialisasi dan menjaga konsistensi ibadah, seperti salat Tahajud dan Dhuha berjamaah. Semoga pengalaman pahit dan manis di sini menjadi kenangan indah di masa depan.”
Harapan Kepala Sekolah
Kepala Smamda Surabaya Mukhlasin ST MPd memberikan apresiasi atas perubahan positif para siswa. Ia berharap pembiasaan baik selama di FEE Center, seperti salat Subuh tepat waktu, terus dipertahankan di rumah maupun di sekolah.
“Saat berangkat, mungkin kalian merasa sedih karena merasa ‘dikarantina’. Namun hari ini, kalian sedih karena harus berpisah dengan ustadz dan ustadzah pendamping. Semoga seluruh proses belajar di Pare ini menjadi pembelajaran berharga dan kenangan manis dalam perjalanan akademik kalian,” kata Mukhlasin.
Keseruan Belajar
Almira, siswi kelas X.4, mengaku pengalaman di Pare sangat berkesan.
“Tutor-tutor di sini ramah dan tidak hanya mengajarkan bahasa Inggris, tetapi juga nilai agama dan kemandirian. Semoga bekal pengalaman ini membuat kami semakin berani dan aktif berbicara bahasa Inggris di kelas maupun di hadapan publik,” ujarnya.
Azka Aqilah dari kelas X.3 menambahkan, para siswa tidak bosan karena materi disampaikan lewat games.
“Selain belajar, kami juga mengikuti English Adventure dan berkeliling Kampung Inggris. Pelajaran terpenting bagi saya adalah jika ingin menguasai bahasa, kita tidak boleh hanya belajar teori, tapi harus berani mempraktikkannya sehari-hari,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan resmi ditutup dengan suasana haru sekaligus ceria. Sebelum meninggalkan lokasi, seluruh siswa berfoto bersama wali kelas dan ustadz-ustadzah pendamping. Sepekan di Pare bukan sekadar belajar bahasa, tetapi telah menjadi kenangan manis yang tak terlupakan bagi siswa program internasional Smamda Surabaya.

