Filosofi “Angka 10” Nathania Aurellia: Potret Lulusan Berprestasi Smamda Surabaya yang Memukau di Podium Wisuda

SMAMDA.NET – Gelaran Wisuda Purna Siswa ke-49 SMA Muhammadiyah 2 (Smamda) Surabaya yang berlangsung di Hall Lantai 6 Smamda Tower memunculkan satu momentum yang sangat memikat perhatian. Momentum tersebut hadir lewat pidato impresif dan penuh makna dari Nathania Aurellia Maharani, siswi kelas 12-5 yang tampil di podium sebagai perwakilan dari seluruh jajaran wisudawan-wisudawati kelas 12.

Sosok yang akrab disapa Aurel ini bukan sekadar orator di atas panggung, melainkan potret nyata dari mutu lulusan Smamda Surabaya yang membanggakan. Aurel tercatat sebagai siswi berprestasi yang sukses mengamankan kursi di program studi Hubungan Internasional Universitas Airlangga (UNAIR) melalui jalur SNBP 2026, sekaligus meloloskan langkahnya di International Relations, University of Western Australia.

Membuka untaian kalimatnya, Aurel mengajak seluruh ingatan hadirin, terutama rekan seangkatannya yang tergabung dalam Eternity 26, untuk kembali ke masa tiga tahun yang lalu. Secara personal, panggung tersebut memiliki memori yang sangat berputar bagi Aurel, sebab pada masa orientasi (Fortasi) tahun 2023 lalu, dirinya berdiri di titik yang sama sebagai pembawa acara untuk menyambut siswa baru. Kini, waktu bergulir dengan cepat membawa dirinya kembali ke panggung yang sama untuk menutup lembaran putih-abu-abu dengan sebuah pencapaian yang manis.

Dalam narasinya yang mengalir, Aurel menggambarkan bagaimana Angkatan 2026 tumbuh di tengah berbagai dinamika transisi kurikulum dan tantangan akademis yang menguras energi. Namun, alih-alih menyerah, proses penempaan di Smamda Surabaya justru berhasil membentuk mentalitas para siswa menjadi sekuat baja, mengubah ambisi masa remaja menjadi aksi nyata, serta merekatkan pertemanan menjadi ikatan persaudaraan yang erat.

Aurel juga menyelipkan sebuah perenungan mendalam mengenai makna kehidupan di sekolah lewat kutipan lirik lagu, “Life is what happens to you while you’re busy making other plans.” Ia mengingatkan bahwa di tengah kesibukan para siswa mengejar target masuk perguruan tinggi atau memenangkan berbagai kompetisi, makna hidup yang sesungguhnya justru hadir di sela-sela momen kecil seperti belajar bersama di kelas, menonton film saat jam istirahat, hingga makan bersama sebelum les.

Rasa hormat dan apresiasi yang tinggi disampaikan Aurel kepada Kepala Smamda Surabaya, Mukhlasin S.T., M.Pd., beserta seluruh jajaran bimbingan guru yang tidak pernah lelah memercayai potensi para siswa, bahkan di saat para siswa sempat meragukan diri mereka sendiri. Ungkapan terima kasih yang tulus juga ditujukan kepada para orang tua sebagai sistem pendukung utama dan pelabuhan teraman, serta kepada sahabat seperjuangan yang saling menguatkan, terutama saat momen-momen mendebarkan menunggu pengumuman kelulusan perguruan tinggi.

Menariknya, Aurel juga menyampaikan permohonan maaf yang tulus atas berbagai pelanggaran tata tertib khas remaja yang pernah dilakukan bersama teman-temannya. Ia menyebutkan bahwa teguran-teguran hangat dari para guru justru akan bertransformasi menjadi memori kolektif yang sangat dirindukan di masa depan. Mulai dari momen lupa memakai ciput, tidak menggunakan legging, kaus kaki yang kurang panjang, hingga petuah-petuah berharga yang disampaikan rutin selepas shalat Dhuhur dan Ashar berjamaah.

Sebagai penutup yang memukau, Aurel membagikan sebuah analogi matematika yang sangat cerdas mengenai cara pandang terhadap kesuksesan di masa depan. Ia menegaskan bahwa setiap individu memiliki kendali penuh atas hidupnya dan tidak perlu terikat dengan standar keberhasilan orang lain.

“Untuk menjadi angka 10, tidak harus selalu dengan 5 ditambah 5. Kita bisa mencapainya melalui 9 ditambah 1, 6 ditambah 4, atau bahkan 100 dikurangi 90. Begitu pula dengan kesuksesan, ada banyak sekali jalan dan cara yang berbeda bagi kita semua. Maka, jadilah angka 10 dengan versi terbaikmu sendiri,” tuturnya dengan sangat bijak.

Pidato tersebut diakhiri dengan pandangan optimis bahwa dalam sepuluh tahun ke depan, alumni Smamda Surabaya dari angkatan Eternity 26 ini akan tersebar dan sukses di berbagai bidang profesi terhormat, mulai dari dokter, diplomat, pengusaha, hingga akuntan, dengan tetap membawa nama baik almamater di mana pun mereka mengabdi.

Fakhrial

Author:

I Am the Admin