SMAMDA.NET – Materi tentang kehidupan dan kematian menurut Islam menjadi pembuka rangkaian kegiatan Ramadan Mubarak SMA Muhammadiyah 2 Surabaya (Smamda) yang dilaksanakan pada Kamis (19/2/2026).
Kegiatan yang diikuti seluruh siswi kelas 12 ini menghadirkan Ustadzah Hamdiyaturrohmah SHI MPd sebagai pemateri. Penyampaian materi berlangsung di Hall Mas Mansyur Lantai 6 Smamda Tower dengan suasana khidmat dan penuh antusiasme dari para peserta.
Dalam penyampaiannya, Ustadzah Hamdiyaturrohmah menjelaskan siklus kehidupan berdasarkan QS Al-Mulk ayat 2 yang menerangkan bahwa Allah menciptakan mati dan hidup untuk menguji siapa di antara manusia yang terbaik amalnya. Ayat tersebut menjadi landasan bahwa kehidupan bukan sekadar perjalanan waktu, melainkan ruang ujian yang sarat makna.
“Allah tidak sekadar menciptakan kita untuk hidup, tetapi untuk diuji. Ukurannya bukan siapa yang paling lama hidup, melainkan siapa yang terbaik amalnya,” tutur Ustadzah Hamdiyah, sapaan akrabnya.
Dia menekankan bahwa dunia merupakan tempat latihan bagi manusia untuk menempa diri. Setiap ujian, tantangan, maupun kesulitan yang dihadapi sejatinya adalah proses pembentukan kualitas diri. Melalui perjuangan dan kesungguhan, manusia diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup sekaligus kualitas amalnya.
“Dunia ini adalah ruang latihan. Setiap masalah yang datang bukan untuk melemahkan, tetapi untuk menguatkan iman dan memperbaiki kualitas diri kita,” lanjutnya.
Materi ini juga mengangkat pembahasan mengenai kematian. Disampaikan bahwa setiap makhluk hidup pasti akan mengalami kematian, sehingga pemahaman tentang makna kematian perlu ditanamkan agar seseorang mampu menyikapinya secara bijak dan penuh kesadaran.
Kajian mengenai psikologi kematian turut disinggung sebagai upaya memahami bagaimana manusia menerima dan memaknai informasi tentang kematian.
“Ketika kita sadar bahwa kematian itu pasti, maka kita akan lebih berhati-hati dalam bertindak dan lebih sungguh-sungguh dalam beribadah,” jelas pembicara kajian perempuan komunitas dan kajian masjid tersebut.

Antusiasme para siswi terlihat jelas selama kegiatan berlangsung. Pada sesi tanya jawab, banyak pertanyaan diajukan kepada pemateri, di antaranya terkait kematian karena bunuh diri, ciri-ciri manusia yang meninggal husnul khotimah, cara menghindari FOMO terhadap tren yang tidak baik, hingga pengalaman spiritual anak indigo tentang arwah orang yang sudah meninggal.
Hal ini menunjukkan besarnya ketertarikan dan rasa ingin tahu para siswi terhadap materi kehidupan dan kematian dalam perspektif Islam. Diskusi berlangsung aktif dan interaktif, menciptakan suasana pembelajaran yang hidup dan bermakna.
Seluruh peserta Ramadan Mubarak sangat terkesan dengan materi kali ini, seperti disampaikan Heni Nailul Himmah dari kelas 12.8. Menurutnya, materi sangat bagus dan memberikan wawasan baru tentang kematian, tidak hanya dari segi medis tetapi juga dari tinjauan psikologi dan Islam.
“Saya juga mendapat wawasan baru tentang serba-serbi kematian ketika ada teman bertanya,” ungkapnya.
Hal senada diungkapkan Difavierdie, siswa kelas 12.8. “Materinya sangat menarik, menambah wawasan saya tentang kematian,” ucapnya.
“Hal yang paling saya sukai adalah sesi pemutaran video tentang awal kehidupan manusia hingga kematian,” pungkasnya.
Melalui materi pertama ini, kegiatan Ramadan Mubarak diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran spiritual para siswi kelas 12 untuk lebih memaknai kehidupan, mempersiapkan diri menghadapi masa depan, serta meningkatkan kualitas iman dan amal di bulan suci Ramadan.
Kegiatan Ramadan Mubarak rutin dilaksanakan setiap tahun dengan peserta seluruh siswa-siswi kelas XII. Kegiatan berlangsung selama dua hari. Siswa putra mengikuti kegiatan pada Jumat (20/02/2026).


Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.