“Like, Share, and Responsibility”: Cara Seru Siswa SMAMDA Surabaya Ajak Pelajar SMP Bijak Medsos

SMAMDA.NET – Arus digitalisasi yang masif perlahan menjebak generasi muda dalam tingginya ketergantungan pada media sosial. Guna mencegah berbagai dampak negatif seperti penyebaran hoaks, perundungan siber (cyberbullying), hingga kemerosotan santun berbahasa di dunia maya, sekelompok siswa kreatif dari Kota Pahlawan mengambil langkah nyata dengan menginisiasi gerakan edukasi etika bermedia sosial sejak dini.

Aksi sosial yang mengusung tema “Like, Share, and Responsibility” ini dikemas dalam bentuk kegiatan sosialisasi bertajuk “Smart Teens in Digital Era”. Kegiatan ini diinisiasi dan diselenggarakan oleh Kelompok 5 kelas XI-12 SMA Muhammadiyah 2 Surabaya yang beranggotakan Deanova Akromatul Azizah H., Fakhri Abyaz Nasri, Muhammad Jibril Yupiter, dan Nazella Afya De Swasthika A., di bawah bimbingan guru pendamping Rany Gustya Ningsih, S.Sos.. Sosialisasi ini digelar secara langsung di ruang kelas 8G SMPN 48 Surabaya pada hari Jumat, 22 Mei 2026, mulai pukul 08.00 hingga 09.00 WIB.

Sasaran utama dari program ini adalah para pelajar setingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Langkah ini diambil sebagai bentuk implementasi praktis dari mata pelajaran Sosiologi kelas XI semester genap yang menekankan pada perilaku sosial dan dampak perkembangan teknologi terhadap kehidupan masyarakat. Para penyelenggara menyadari bahwa kurangnya kesadaran dalam menggunakan media sosial berpotensi merusak karakter dan memengaruhi sikap pelajar baik dalam bidang akademik maupun sosial. Oleh karena itu, edukasi ini menjadi sangat penting sebagai upaya membentuk karakter remaja agar lebih bijak, selektif dalam menerima informasi, serta produktif di ruang digital.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan dikemas secara interaktif dan dibagi ke dalam tiga tahapan utama. Sesi awal dibuka dengan doa bersama dan perkenalan, yang kemudian dilanjutkan dengan ice breaking menggunakan platform Kahoot sebagai asesmen kognitif awal yang seru untuk mengukur pemahaman peserta. Pada sesi inti, pemateri menyajikan presentasi mengenai tips dan trik menjadi remaja yang cerdas di dunia digital. Kegiatan kemudian ditutup dengan permainan “Hot Potato” (kentang panas) menggunakan bola plastik yang diiringi musik; peserta yang terakhir memegang bola saat musik berhenti diwajibkan menjawab pertanyaan seputar materi yang telah disampaikan. Sebelum berfoto bersama dan membagikan konsumsi, panitia juga membuka sesi tanya jawab untuk memberikan kesempatan bertukar pendapat secara mendalam.

Meski sempat diwarnai kendala teknis akibat proyektor LCD yang mengalami masalah di awal sesi, kerja sama tim yang solid berhasil membuat jalannya sosialisasi tetap kondusif dan berjalan lancar. Hasil evaluasi menunjukkan para peserta sangat kooperatif, antusias, dan mulai mampu mengidentifikasi serta memikirkan solusi sederhana atas masalah-masalah digital dalam kehidupan sehari-hari, seperti pentingnya memverifikasi informasi sebelum ikut membagikannya.

Melalui kegiatan ini, para siswa SMA Muhammadiyah 2 Surabaya berharap edukasi singkat ini mampu memberikan dampak jangka panjang. Mereka berharap para pelajar dapat menerapkan etika digital tersebut dalam keseharian, sehingga tercipta lingkungan digital yang aman, sehat, dan positif bagi seluruh generasi muda.

 

Penulis: Rany

Author:

I Am the Admin