“Menyalakan Lentera Literasi: Aksi Siswa Smamda Surabaya Sulap Taman Kota Jadi Ruang Baca”

SMAMDA.NET – Ketika layar gawai mulai mendominasi keseharian dan mengikis perhatian anak-anak, sekelompok remaja kreatif dari Kota Surabaya mengambil langkah nyata untuk menghidupkan kembali minat baca. Mengusung konsep belajar sambil bermain, mereka menyulap ruang terbuka publik menjadi arena membaca yang seru, interaktif, dan menyenangkan bagi generasi muda.

Aksi sosial yang bertajuk “Membaca itu Menyenangkan: Upaya Meningkatkan Budaya Literasi Anak melalui Kegiatan Interaktif di Ruang Terbuka” ini diinisiasi dan diselenggarakan oleh Kelompok 2 dari kelas XI.12 SMA Muhammadiyah 2 Surabaya. Kepanitiaan ini diketuai oleh Rizka Putri Pertiwi, dengan beranggotakan A’idah Devina Wiyani Noercahyo, Ghazi Aryaguna Warsito, dan M. Vachryan Zaidany, serta didampingi oleh guru pembimbing Rany Gustya Ningsih, S.Sos. Gerakan literasi ini digelar secara langsung di Taman Prestasi, Jl. Ketabang Kali No. 6, Genteng, Surabaya, pada hari Minggu, 31 Mei 2026 sejak pukul 07.30 hingga 09.00 WIB.

Kegiatan ini sengaja dilaksanakan di ruang terbuka hijau dengan menyasar anak-anak serta remaja usia 7 hingga 12 tahun yang sedang berkunjung ke taman. Pemilihan lokasi ini bertujuan agar anak-anak dapat menikmati suasana belajar yang lebih santai, segar, dan terbebas dari kepenatan rutinitas ruang kelas formal. Langkah nyata ini diambil sebagai bentuk keprihatinan para siswa terhadap rendahnya tingkat literasi di Indonesia, yang diperparah oleh data tingginya durasi penggunaan gawai pada anak-anak sekolah dasar yang kini bisa menghabiskan waktu hingga 3–5 jam per hari. Melalui tugas sosiologi bertema harmoni sosial ini, mereka berkomitmen untuk memicu kemampuan berpikir kritis sejak dini sekaligus memberikan alternatif aktivitas akhir pekan yang jauh lebih sehat dan bermanfaat.

Dalam pelaksanaannya yang berlangsung selama 1 jam 30 menit, panitia menghadirkan beragam jenis buku menarik, mulai dari buku cerita edukatif bergambar, pengetahuan umum, hingga novel ringan. Meskipun pada awal acara beberapa anak sempat merasa malu dan sulit fokus, panitia berhasil mencairkan suasana dengan pendekatan personal yang hangat serta permainan edukatif (mini games). Setelah suasana mulai cair, anak-anak diajak membaca buku kesukaan mereka, mengikuti sesi tanya jawab interaktif, hingga menceritakan kembali isi buku yang telah dibaca. Sebagai bentuk apresiasi atas antusiasme mereka, di akhir sesi panitia juga membagikan hadiah berupa camilan dan susu gratis.

Gerakan literasi kreatif ini pun terbukti sukses besar dan membuahkan capaian yang sangat positif. Berdasarkan data evaluasi panitia, sebanyak 91% peserta fokus membaca sepanjang kegiatan dan. Secara kognitif, mayoritas anak juga berhasil menjawab pertanyaan terkait isi buku dengan baik, berani menyampaikan pendapat, serta mampu menceritakan kembali kisah yang mereka baca tanpa menunjukkan tanda-tanda bosan.

Melalui langkah kecil di ruang publik ini, para siswa SMA Muhammadiyah 2 Surabaya berharap kebiasaan membaca tidak hanya berhenti di taman saja. Mereka berharap gerakan ini dapat memicu kesadaran masyarakat luas, sehingga budaya membaca dapat terus tumbuh dan mengakar kuat di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat demi melahirkan generasi masa depan yang lebih cerdas dan kreatif.

Penulis: Rany

Author:

I Am the Admin