Pamit dari Smamda, Guru Australia Ini Serasa Tinggalkan Rumah Kedua

SMAMDA.NET – Wajah Anushka Kumar berseri-seri saat akan pamit pulang ke Australia, Sabtu (21/2/2026). Ditemui di Bandara T1 Internasional Juanda, AIESEC Exchange Participant yang mengajar di SMA Muhammadiyah 2 Surabaya (Smamda) itu mengungkapkan perasaannya yang campur aduk.

“I feel very emotional honestly. A part of me is excited to go home and see my family again, but another part of me feels really sad to leave,” ungkap Anushka.

Selama kurang lebih enam minggu, Anushka mengajar di Smamda, membagikan pengetahuan bahasa, kesenian, dan budaya negaranya. Menurutnya, pengalaman itu sangat istimewa. Meninggalkan Smamda, baginya, seperti meninggalkan rumah kedua.

“I will truly miss the students and the memories we made,” tegasnya.

Banyak hal yang didapatkan selama menjadi guru di Smamda. Bukan hanya pengalaman mengajar, tetapi juga hubungan dekat dengan siswa.

Ia banyak belajar dari siswa tentang kesabaran, kepercayaan diri, dan cara berkomunikasi antarbudaya dengan baik. Smamda memberinya ruang bertumbuh secara personal maupun profesional.

Anushka Kumar juga mengungkapkan momen-momen tak terlupakan selama mengajar. Yang paling berkesan, menurutnya, adalah suasana kelas.

“The most unforgettable part is the energy in the classroom. When students participate, laugh, ask questions, and try their best even when something is difficult, it makes me very happy,” kisahnya.

“Seeing shy students slowly become more confident is something I will never forget. Those small moments mean a lot to me,” imbuhnya.

Anushka juga menyampaikan kesukaannya dengan makanan di kantin. “Yang paling saya sukai ayam katsu dan nasi kuning yang menurut saya enak, apalagi saat dimakan setelah mengajar,” kenangnya sambil tertawa.

Tak lupa dia juga mengucapkan terima kasih kepada guru-guru Smamda yang sangat baik dan menyambutnya dengan penuh kehangatan. Sejak hari pertama kedatangannya, ia merasa nyaman dan didukung.

“The teachers were always patient, helpful, and ready to guide me whenever I needed assistance. Their hospitality made me feel like I was not just a guest, but part of the SMAMDA family,” ungkap gadis kelahiran 2002 itu.

“I will always remember their kindness,” pungkasnya.

Author:

I Am the Admin