Persiapan SNBP 2026, Smamda Gandeng Dua Kampus Favorit Unair dan ITS

SMAMDA.NET – SMA Muhammadiyah 2 Surabaya (Smamda) menggelar Sosialisasi Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 pada Sabtu (7/2/2026) di Masjid Nurul Ilmi Smamda. Kegiatan ini diikuti siswa kelas XII yang masuk kategori eligible beserta orang tua.

Sosialisasi menghadirkan dua narasumber dari perguruan tinggi negeri ternama di Surabaya, yakni Dr Achmad Solihin SE MSi, Kepala Pusat Penerimaan Mahasiswa Baru (PPMB) Universitas Airlangga (Unair), serta Nani Kurniawati ST MT PhD, Kepala Subdirektorat Admisi dan Promosi Direktorat Pendidikan Sarjana dan Pascasarjana Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

Kegiatan ini bertujuan memberikan gambaran komprehensif kepada siswa dan orang tua terkait jalur masuk perguruan tinggi negeri (PTN) melalui SNBP, mulai dari mekanisme seleksi, pilihan program studi, daya tampung, hingga strategi menentukan jurusan sesuai potensi akademik siswa.

Kepala SMA Muhammadiyah 2 Surabaya Mukhlasin ST MPd mengatakan, sosialisasi ini merupakan bentuk komitmen sekolah dalam mendampingi siswa dan orang tua agar memperoleh informasi yang tepat dan menyeluruh.

“Sosialisasi SNBP ini merupakan komitmen sekolah untuk memberikan informasi yang akurat dan menyeluruh kepada siswa dan orang tua. Kami ingin memastikan pilihan pendidikan anak benar-benar sesuai dengan potensi, minat, dan kemampuannya, sehingga tidak terjadi kesalahan dalam menentukan langkah ke depan,” ujarnya.

Dia juga menekankan pentingnya komunikasi antara orang tua dan siswa dalam menentukan pilihan pendidikan lanjutan.

“Harapan kami, orang tua dan siswa dapat duduk bersama, berdiskusi, dan saling memahami agar tercapai keselarasan antara harapan orang tua dan pilihan anak,” imbuhnya.

Mukhlasin menambahkan, sebelumnya Smamda juga telah menyelenggarakan pameran pendidikan yang diikuti sekitar 32 perguruan tinggi negeri dan swasta pada Oktober lalu sebagai bagian dari upaya memperluas wawasan siswa terkait pendidikan tinggi.

Suasana sosialisasi semakin menarik ketika pihak sekolah menampilkan data minat pilihan program studi siswa beserta peringkat eligible. Data tersebut menjadi bahan refleksi bersama bagi siswa dan orang tua dalam mempertimbangkan peluang SNBP secara realistis.

Pemaparan pertama disampaikan oleh Nani Kurniawati dari ITS. Ia menjelaskan profil ITS, prestasi dosen dan mahasiswa, fasilitas kampus, fakultas, serta jejaring alumni yang luas.

“ITS tidak hanya fokus pada penguatan akademik, tetapi juga pengembangan karakter, riset, dan inovasi. Bahkan pada Fakultas Kedokteran, mahasiswa dibekali pemahaman teknologi sebagai ciri khas ITS,” jelasnya.

Dia juga memaparkan jalur penerimaan mahasiswa baru di ITS. “ITS membuka beberapa jalur penerimaan, antara lain SNBP, SNBT, Seleksi Mandiri ITS (SMITS) Prestasi, SMITS ACE melalui tes, serta International Undergraduate Program atau IUP,” tambahnya.

Pemaparan kedua disampaikan oleh Dr Achmad Solihin dari Unair. Ia memperkenalkan Universitas Airlangga yang saat ini memiliki 44 program studi sarjana, 16 program sarjana terapan, serta tiga program diploma tiga.

“Secara umum, jalur masuk ke perguruan tinggi negeri, termasuk Universitas Airlangga, terbagi menjadi tiga, yaitu SNBP, SNBT, dan jalur mandiri,” terangnya.

Ia menjelaskan komposisi penerimaan mahasiswa baru di Unair yang telah ditetapkan dengan kuota berbeda pada setiap jalur.

“Di Unair, kuota SNBP sebesar 20 persen dengan mempertimbangkan indeks siswa dan indeks sekolah. Jalur SNBT sebesar 30 persen berdasarkan hasil UTBK, sedangkan jalur seleksi mandiri mencapai 50 persen,” paparnya.

Achmad Solihin juga mengingatkan bahwa status eligible tidak otomatis menjamin kelulusan melalui jalur SNBP. “Siswa yang eligible belum tentu diterima di perguruan tinggi negeri. Karena kuota SNBP hanya 20 persen, siswa tetap harus mempersiapkan diri untuk jalur tes,” tegasnya.

Melalui sosialisasi ini, diharapkan siswa dan orang tua memiliki pemahaman yang lebih matang dalam merencanakan pendidikan tinggi sehingga mampu mengambil keputusan terbaik bagi masa depan akademik siswa.

Sosialisasi SNBP 2026 ini mendapat respons positif dari siswa dan orang tua. Salah satu siswa kelas XII, Muhammad Akmal Cesario, mengaku kegiatan tersebut membantunya memahami peluang SNBP secara lebih realistis.

“Selama ini saya hanya melihat SNBP dari sisi nilai rapor. Setelah ikut sosialisasi ini, saya jadi paham pentingnya strategi memilih jurusan dan mempertimbangkan peluang berdasarkan kuota serta persaingan,” ungkapnya.

Kepala Pusat Penerimaan Mahasiswa Baru (PPMB) Universitas Airlangga Dr Achmad Solihin SE MSi menyampaikan pemaparan materi Sosialisasi SNBP 2026. (Eka Haris Prastiwi/Klikmu.co)

Hal senada disampaikan Alfi Rofida, siswi kelas XII lainnya. Ia menilai kehadiran narasumber langsung dari Unair dan ITS memberikan gambaran lebih jelas tentang dunia perkuliahan.

“Penjelasan dari ITS dan Unair sangat membuka wawasan saya. Jadi tidak hanya terpaku pada satu kampus, tetapi lebih fokus pada jurusan yang sesuai dengan kemampuan dan minat,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu orang tua siswa, Mutmainnah, mengapresiasi langkah sekolah yang melibatkan orang tua dalam sosialisasi SNBP.

“Kegiatan ini sangat membantu kami sebagai orang tua agar tidak hanya memaksakan keinginan, tetapi bisa berdiskusi dengan anak berdasarkan informasi yang jelas,” tuturnya.

Dengan adanya sosialisasi SNBP 2026 ini, Smamda Surabaya berharap siswa dan orang tua dapat mengambil keputusan secara bijak dan terukur dalam menentukan langkah pendidikan selanjutnya. Sinergi antara sekolah, perguruan tinggi, siswa, dan orang tua diharapkan mampu mengantarkan lulusan Smamda menuju perguruan tinggi impian sesuai potensi dan cita-cita masing-masing.

Author:

I Am the Admin