SMAMDA.NET – Apa jadinya jika tahu putih biasa “disulap” menjadi camilan mewah beraroma rempah yang gurih dan nikmat? Keseruan itulah yang terjadi di lantai 4 Gedung A SMA Muhammadiyah 2 (Smamda) Surabaya pada Jumat (6/2/2026).
Sambil menunggu waktu salat Jumat usai, para siswi kelas X bersama ibu-ibu komite dan pembina keputrian asyik berkreasi di dapur sekolah.
Suasana kerja sama sangat terasa karena para siswi dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil. Pembagian tugas pun dilakukan merata: ada kelompok yang menyiapkan adonan isian, kelompok melipat kulit martabak, hingga tim yang sigap menggoreng.
Menu andalan hari itu adalah Martabak Tahu Telur. Bukan sembarang martabak, resep ini punya rasa berbeda berkat perpaduan bumbu yang berani.
Bahan-bahan utama antara lain sebagai berikut. Isian berupa tahu putih lembut, telur, irisan bawang prei. Bumbu rahasia meliputi ladaku, kaldu bubuk, bumbu gule, dan bumbu masak kambing yang menambah aroma menggugah selera.
Kulit dengan bahan kulit lumpia ganda agar teksturnya ekstra renyah. Lalu, perekat dari larutan terigu dengan sejumput garam agar lipatan martabak tetap rapi dan tidak bocor saat digoreng.
Adapun cara membuatnya adalah sebagai berikut. Setelah isian tercampur rata dengan bumbu, adonan dibungkus rapi menjadi bentuk persegi. Martabak kemudian digoreng dalam minyak panas hingga cokelat keemasan.
Begitu matang, suara renyah kulit martabak saat dipotong langsung disambut antusias. Hasilnya? “Enak banget!” menjadi testimoni serempak siang itu. Para siswi pun merasa puas karena eksperimen dapur mereka sukses besar.
“Saya bangga sekali bisa memasak sendiri dan ternyata berhasil, rasanya benar-benar enak,” ujar salah satu siswi.
Naiara, peserta lainnya, mengaku sangat menikmati momen kebersamaan ini. Baginya, kegiatan praktis seperti ini membuat suasana sekolah lebih berwarna dan menyenangkan. Ia pun sudah punya ide untuk agenda berikutnya.
“Seru sekali! Semoga nanti ada lagi, mungkin sesi membuat kerajinan tangan seperti gelang dari manik-manik atau kreasi lainnya,” tambahnya penuh semangat.
Kegiatan keputrian ini membuktikan bahwa dengan kreativitas dan kerja tim, bahan sederhana seperti tahu bisa berubah menjadi sajian luar biasa.

