Respon Tantangan Global, Smamda Surabaya Gelar Seminar Pendidikan Strategi Kurikulum Coding dan AI

SMAMDA.NET – SURABAYA, 2 April 2026 – Di bawah kemegahan Mas Mansyur Hall, Smamda Tower kembali menjadi episentrum gagasan besar bagi dunia pendidikan. SMA Muhammadiyah 2 (Smamda) Surabaya sukses menyelenggarakan Seminar Pendidikan bertajuk “Strategi Implementasi Kurikulum Coding dan AI di SMP Sesuai Kesiapan dan Karakter Sekolah”.

Kegiatan ini dihadiri secara antusias oleh jajaran Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, serta perwakilan guru SMP dari berbagai penjuru Jawa Timur, mulai dari kawasan Surabaya dan Sidoarjo (Tanggulangin), hingga wilayah Madura seperti Bangkalan dan Sumenep.

Membuka rangkaian acara, Kepala Sekolah Smamda membawa audiens menengok kembali sejarah sekolah. Dari titik nol di lahan 300 meter dengan belasan murid, kini Smamda bertransformasi menjadi institusi global dengan lebih dari 1.103 siswa. Kepercayaan masyarakat pun kian nyata dengan lebih dari 227 siswa baru yang telah resmi melakukan daftar ulang untuk tahun ajaran mendatang.

“Visi kami adalah menjadi Sekolah Islam Modern. Di sini, teknologi bukan pilihan, tapi standar pelayanan. Kami berkomitmen pada prinsip ‘Tiada Kelas Kosong’ melalui optimalisasi TIK,” ungkapnya.

Beliau juga menyoroti wajah internasional Smamda yang merangkul siswa asal Prancis dan guru dari Jerman, dengan pendekatan dakwah yang humanis dan penuh ruang adaptasi bagi siswa mualaf asing di lingkungan sekolah.

Dr. Eko Hardi dari Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, memberikan perspektif mendalam mengenai urgensi teknologi AI dalam konteks geopolitik global. Berkaca pada ketangguhan Ukraina dan Iran, beliau menekankan bahwa teknologi adalah instrumen kedaulatan bangsa.

Namun, mengacu pada riset MIT & Harvard 2025, Dr. Eko memberikan catatan penting: AI tidak boleh mematikan daya kritis. “Smamda memilih berkolaborasi dengan Marshall Cavendish Education untuk mengadopsi standar Singapura. Kita ingin AI berfungsi sebagai Socratic Tutor—pendamping yang memicu nalar, bukan sekadar mesin pemberi jawaban instan,” tegasnya.

Puncak pemaparan disampaikan oleh Rektor Universitas Siber Muhammadiyah, Dr. Ir. Bambang Riyanta, S.T., M.T. Melalui visualisasi pemikiran Yuval Noah Harari, beliau menegaskan pergeseran paradigma teknologi yakni
“AI is not a tool, it is an Agent. It is the first technology in history that can make decisions and invent new ideas.”

Ai punya kemampuan untuk mengambil keputusan sendiri dan menciptakan ide baru yang belum pernah ada. Kita tidak bisa lagi mendidik anak-anak hanya untuk “bisa pakai komputer”. Kita harus mendidik mereka menjadi Manager atau Komandan bagi AI. Jika anak-anak tidak punya prinsip dan logika yang kuat, mereka tidak lagi mengendalikan teknologi, tapi justru dikendalikan oleh keputusan AI.

Beliau membedah bahwa tugas pendidik di era ini bukan lagi sekadar mentransfer informasi, melainkan membimbing siswa untuk mampu berinteraksi dengan AI sebagai “Agen” pengambil keputusan secara etis dan logis.

Seminar ini semakin meriah dengan pembagian doorprize okeh panitia seminar, puluhan doorprize telah disediakan panitia bagi para peserta yang beruntung mendapatkannya. Seminar yang digelar hari ini diakhiri dengan semangat kolektif untuk mencetak generasi yang kompetitif secara global, namun tetap memiliki akar kesalehan pribadi dan sosial yang kuat.

Fakhrial E. Widodo

Author:

I Am the Admin