Seminar Parenting Smamda Bahas Kesehatan Mental Siswa: Orang Tua Diperkuat, Anak Dilindungi

SMAMDA.NET – SMA Muhammadiyah 2 Surabaya (Smamda) kembali menegaskan komitmennya sebagai sekolah unggul nasional yang peduli pada tumbuh kembang murid, tidak hanya secara akademik dan nonakademik, tetapi juga mental dan emosional. Komitmen ini diwujudkan melalui Seminar Parenting yang digelar bersamaan dengan penerimaan rapor semester gasal tahun pelajaran 2025/2026.

Kegiatan kolaborasi Smamda dengan komite sekolah periode 2025–2028 bertema Menjaga Kesehatan Mental Anak untuk Masa Depan. Seminar dilaksanakan pada Jumat (19/12/2025) di Mas Mansur Hall lantai 6 Smamda Tower.

Acara yang diikuti para orang tua/wali murid kelas X hingga XII ini berlangsung dengan suasana hangat, antusias, dan dialogis. Sejak awal, peserta tampak aktif menyimak materi yang disampaikan, mencerminkan besarnya kepedulian orang tua terhadap kesehatan mental anak di era tantangan modern saat ini.

Dalam sambutannya, Kepala Smamda Mukhlasin ST MPd menekankan bahwa setiap anak memiliki potensi dan kekuatan unik yang telah dibawa sejak lahir. Tugas orang tua dan sekolah adalah mengarahkan serta memperkuat potensi tersebut agar anak mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

“Setiap anak punya kekuatan dan kelebihan, itu adalah hal yang dibawa sejak lahir. Namun bagaimana kita membentuk dan mempersiapkan mereka menjadi pribadi yang kuat—jika diserang dari kiri, ia mampu menguatkan dari bagian kanan, atau sebaliknya—itulah salah satu cara menyiapkan anak menjadi tangguh dan mewujudkan kondisi kesehatan mental yang baik,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ketua PCM Wonocolo tersebut menyampaikan bahwa ketangguhan mental tidak lahir secara instan, melainkan melalui proses pembiasaan, pendampingan, dan lingkungan yang aman secara emosional. Sinergi antara sekolah dan orang tua menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang menumbuhkan karakter, kepercayaan diri, serta kesejahteraan mental peserta didik.

Menguatkan Kesadaran Emosional Orang Tua

Seminar parenting ini menghadirkan Laila Nurul Rahmawati SKM, seorang Personal Development Practitioner yang berpengalaman dalam pendampingan pengembangan diri dan kesehatan mental. Dengan penyampaian yang komunikatif dan aplikatif, ia mengajak orang tua merefleksikan kembali peran mereka dalam mendampingi anak menghadapi tekanan akademik, sosial, dan perkembangan emosi remaja.

Menurut Laila, emosi yang tidak dikelola dapat berdampak panjang pada kesehatan mental anak. Ia mengibaratkan emosi yang dipendam seperti sampah yang menumpuk dan sewaktu-waktu bisa “jebol”.

“Segala yang terjadi pada pikiran kita akan terjadi pada fisik kita,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya kejujuran emosional pada diri orang tua, karena luka batin yang tidak selesai dapat terbawa dan diwariskan kepada anak. Oleh sebab itu, orang tua diajak menyadari dan menyembuhkan diri terlebih dahulu agar mampu menghadirkan pengasuhan yang lebih sehat.

Pada kesempatan itu, Laila juga mengapresiasi nilai-nilai DEDICATE (Discipline, Clean, Independent, Fair, Care, Creative, Ethics) yang diterapkan Smamda karena sejalan dengan tujuan pendidikan karakter dan kesejahteraan mental anak.

Membangun Anak yang Resilien

Menutup materinya, Laila menegaskan bahwa dunia saat ini membutuhkan generasi yang resilien, mampu bangkit dari tekanan, dan tidak mudah menyerah. Orang tua, guru, dan lingkungan memiliki peran besar dalam membentuk ketangguhan tersebut.

Sesi diskusi berjalan hangat. Para orang tua menyampaikan berbagai kegelisahan terkait masa depan anak, pola asuh, hingga cara membangun komunikasi yang sehat. Pemateri menekankan pentingnya pola asuh demokratis, yaitu dengan mendengarkan anak, menghargai sudut pandangnya, serta membangun komunikasi yang empatik dan tidak menghakimi.

Salah satu orang tua siswa, Indri—wali siswa Kiara kelas X.2—menyampaikan bahwa kegiatan parenting seperti ini sangat membantu orang tua mendapatkan pembaruan ilmu pola asuh sehingga bisa menghindari kesalahan pengasuhan dan menyelaraskan pendekatan di rumah dengan sekolah.

Melalui seminar parenting ini, Smamda Surabaya berharap tumbuh kesadaran bersama bahwa menjaga kesehatan mental anak adalah tanggung jawab bersama antara sekolah dan orang tua. Dengan kolaborasi yang kuat—orang tua, guru, dan siswa menuju satu tujuan yang sama—peserta didik diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang sehat secara mental, berkarakter, dan siap menghadapi masa depan dengan percaya diri.

Seminar ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi langkah nyata Smamda Surabaya dalam menghadirkan pendidikan yang humanis, berlandaskan nilai keislaman, dan relevan dengan kebutuhan zaman.

Author:

I Am the Admin