Seminggu di Pare, Siswa Smamda Asah Kemampuan Bahasa Sekaligus Latih Disiplin Ibadah

SMAMDA – SMA Muhammadiyah 2 Surabaya (Smamda) kembali menggelar agenda rutin tahunan bagi siswa kelas X Program Internasional: English Camp di FEE Center, Kampung Inggris, Pare, Kediri. Kegiatan ini dilaksanakan seminggu mulai 4–10 Januari 2025 dan diikuti 111 siswa yang terdiri atas siswa kelas X, serta siswa kelas XI dan XII yang mengikuti susulan, bersama bapak-ibu guru pendamping.

Rombongan berangkat menggunakan bus pada pukul 12.15 WIB setelah melaksanakan salat Zuhur berjamaah, dan tiba di lokasi sekitar pukul 15.31 WIB. Setibanya di FEE Center, siswa dan guru disambut hangat oleh para pendamping yang memberikan arahan mengenai prosedur kegiatan.

Suasana langsung terasa berbeda karena seluruh warga di lingkungan tersebut berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris. Sebelum memasuki kamar, para siswa diminta berbaris untuk pengecekan kehadiran dan perkenalan dengan pendamping asrama.

Acara pembukaan dilaksanakan di Masjid Al-Ijabah dan dibuka secara resmi oleh Kepala Smamda Surabaya Mukhlasin ST MPd. Turut mendampingi Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum Syuhada IA Gomes SPi MPdI, Koordinator Program Internasional Mas’ad Fachir MMT, serta perwakilan FEE Center Abdurrohim.

Dalam sambutannya, Mukhlasin menyampaikan bahwa English Camp bertujuan meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris siswa, sejalan dengan visi program kelas internasional. Ia berharap selama enam hari ke depan para siswa disiplin mengikuti seluruh aturan di FEE Center agar mendapatkan hasil maksimal.

Sementara itu, Abdurrohim menjelaskan bahwa selama berada di FEE Center para siswa tidak hanya belajar bahasa Inggris, tetapi juga dibiasakan memperkuat praktik ibadah seperti salat di awal waktu dan salat Tahajud.

“Selain itu juga terdapat rutinitas tadarus Al-Qur’an, antara lain membaca Surah Ar-Rahman setelah Subuh, Juz Amma setelah Zuhur, Surah Al-Waqiah setelah Asar, Surah Yasin setelah Magrib, dan Surah Al-Mulk setelah Isya,” jelasnya.

Dari sisi kebahasaan, Abdurrohim menekankan pentingnya praktik bahasa Inggris secara aktif. Menurutnya, banyak siswa sebenarnya mampu, tetapi masih malu untuk berbicara.

“Kami akan mengajak serta menstimulasi kalian untuk tidak malu berbahasa Inggris, because English without practice is nothing,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa durasi program—sebulan atau seminggu—bukan penentu utama keberhasilan, melainkan kemauan siswa untuk terus berlatih.

Agenda dilanjutkan dengan makan malam dan placement test. Selama kegiatan berlangsung, siswa tidak diperkenankan menggunakan ponsel. Ponsel dikumpulkan kepada panitia dan hanya dikembalikan pada pukul 17.00–19.00 WIB setiap hari.

Sesuai dengan slogan yang disampaikan Abdurrohim pada penutupan sambutannya, Man jadda wa jadda, there is a will there is a way. Selama ada kemauan yang kuat, pasti ada jalan menuju kesuksesan.

Selamat belajar, siswa Smamda!

Author:

I Am the Admin