SMAMDA.NET – SMA Muhammadiyah 2 Surabaya (Smamda) mengenalkan pentingnya jaminan sosial melalui kegiatan OTM (Orang Tua Mengajar), Kamis (12/02/2026). Kegiatan yang diikuti siswa kelas X-1 ini menghadirkan Ratna Dwi Wahyuni SAdm MM sebagai narasumber dengan materi seputar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dan perannya dalam kehidupan masyarakat.
Dalam pemaparannya, Ratna menjelaskan bahwa jaminan sosial berfungsi sebagai pelindung dari berbagai risiko sosial, seperti kecelakaan kerja, kehilangan pekerjaan, hingga risiko kematian.
Ia mengibaratkan jaminan sosial sebagai “payung besar” yang melindungi dari hujan dan panas—memberikan rasa aman, mencegah kemiskinan ekstrem, serta menghadirkan kepastian dan ketenangan bagi pekerja beserta keluarganya. Selain itu, jaminan sosial memiliki payung hukum yang jelas sehingga perlindungannya bersifat komprehensif.
Di awal sesi, Ratna mengajak siswa berdialog tentang cita-cita mereka setelah lulus. Ia menegaskan bahwa setiap profesi memiliki risiko.
“Semua pekerjaan ada risikonya. Karena itu, aspek keselamatan dan K3 sangat penting. Jaminan sosial hadir untuk melindungi kita dari risiko-risiko tersebut,” ujarnya.
Ratna juga memaparkan cakupan program dalam BPJS Ketenagakerjaan, meliputi Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Pensiun (JP), serta Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP).
“Program-program tersebut dirancang untuk memberikan perlindungan sejak seseorang aktif bekerja hingga memasuki masa pensiun, termasuk saat menghadapi risiko kehilangan pekerjaan,” tuturnya.
Selain itu, ia menjelaskan segmen kepesertaan yang mencakup Penerima Upah, Bukan Penerima Upah, Pekerja Migran Indonesia, serta sektor Jasa Konstruksi. Dengan pemahaman ini, siswa diharapkan mengenal sejak dini pentingnya perlindungan jaminan sosial sebagai bagian dari perencanaan masa depan.
Salah satu siswa kelas X-1, Anargya Yulistyasani, mengaku mendapatkan wawasan baru dari kegiatan tersebut.
“Saya mendapat ilmu mengenai BPJS Ketenagakerjaan secara lengkap, seperti jaminan kecelakaan di lingkungan kerja, jaminan pensiun, serta kasus-kasus yang baru-baru ini terjadi dan bagaimana BPJS menanggapinya,” tuturnya.
Melalui kegiatan OTM ini, Smamda berkomitmen menghadirkan pembelajaran kontekstual dengan melibatkan orang tua sebagai narasumber profesional. Dengan demikian, siswa tidak hanya memperoleh teori, tetapi juga wawasan nyata yang relevan dengan kehidupan dan dunia kerja.

