
SMAMDA.NET– Mengangkat jargon Smarter, Faster, Higher, SMA Muhammadiyah 2 (Smamda) Surabaya terus membuktikan komitmennya dalam memimpin inovasi pendidikan di era digital. Melalui Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Sains, para pendidik Smamda sukses merampungkan program digitalisasi pembelajaran yang berlangsung dalam tiga sesi maraton sejak awal tahun 2026.
Bukan sekadar wacana, program ini melahirkan inovasi nyata—mulai dari integrasi STEM hingga pembuatan game edukasi berbasis kearifan lokal yang interaktif.
Sesi 1 (Januari 2026): Gebrakan Awal Berbasis STEM
Program digitalisasi ini dibuka secara dinamis pada bulan Januari 2026. Fokus utama pada sesi pembuka ini adalah pembekalan informasi dan penyamaan persepsi terkait metode STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics). Para guru sains Smamda ditantang untuk merombak gaya mengajar konvensional dan mulai merancang pembelajaran yang mengintegrasikan teknologi serta pemecahan masalah nyata.
Sesi 2 (April 2026): Unjuk Karya Pasca-STS
Memasuki awal April 2026, tepat setelah ketegangan Sumatif Tengah Semester (STS) Genap berakhir, suasana siang hari di Smamda justru dipenuhi antusiasme tinggi. Para guru sains berkumpul untuk mempresentasikan hasil karya digital mereka.
Dua inovator yang unjuk gigi pada sesi ini adalah Ibu Putri Nur Masita (Guru Biologi) dan Bapak Supriyanto, S.Si., M.Pd. (Guru Fisika). Keduanya berhasil menampilkan media pembelajaran digital yang dirancang untuk mempermudah siswa memahami konsep-konsep sains yang abstrak.
Sesi 3 (Juni 2026): Puncak Inovasi dan Lahirnya Game Kinematika Khas Suroboyo
Memasuki babak akhir di awal Juni 2026, kegiatan ketiga kembali melahirkan decak kagum. Sesi ini menampilkan presentasi memukau dari Ibu Widya Kharismatik (Guru Biologi) dan Ibu Ratna Yuliawati, S.Si. (Guru Fisika).
Sorotan tertuju pada inovasi yang dibawa oleh Ibu Ratna Yuliawati. Memanfaatkan platform Construct-2, ia berhasil menciptakan sebuah aplikasi pembelajaran berbasis gamifikasi untuk materi Fisika: Kinematika. Di dalam aplikasi tersebut, sudah mencakup profil pengembang, materi pembelajaran, dan game interaktif.
“Game gamifikasi yang saya buat terkait dengan materi kinematika tidak hanya game biasa, namun berbasis gamifikasi di mana ada sistem nyawa, reward, tingkatan soal yang diberikan, dan musik yang saya berikan juga mengenalkan tentang Suroboyo,” ujar Ibu Ratna Yuli penuh semangat.
Menariknya, daya tarik game ini tidak hanya memikat para siswa SMA. Ibu Ratna menceritakan sebuah testimoni unik dari rumahnya sendiri.
“Saat di rumah, putri saya yang baru berusia 4 tahun ternyata sangat tertarik dengan aplikasi gamifikasi yang saya buat ini. Dia juga sangat menikmati lagu ‘Rek Ayo Rek’ yang menjadi backsound game tersebut,” imbuhnya sembari tersenyum.
Komitmen Smamda Menuju Masa Depan
Keberhasilan rangkaian kegiatan MGMP Sains ini membuktikan bahwa guru-guru SMA Muhammadiyah 2 Surabaya tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai kreator konten pendidikan yang adaptif. Dengan menyisipkan unsur budaya lokal seperti lagu daerah dalam teknologi modern, pembelajaran sains di Smamda kini terasa lebih dekat, seru, dan menyenangkan bagi generasi alfa.
Smamda Surabaya sekali lagi menegaskan posisinya: bergerak lebih cerdas (Smarter), lebih cepat (Faster), dan mematok standar yang lebih tinggi (Higher) demi kemajuan pendidikan Indonesia.
Apresiasi Kepala Sekolah: Bukti Nyata Semangat “Smarter, Faster, Higher”
Menanggapi keberhasilan rangkaian program digitalisasi oleh MGMP Sains, Kepala SMA Muhammadiyah 2 (Smamda) Surabaya, Bapak Mukhlasin, ST, M.Pd., memberikan apresiasi yang luar biasa atas dedikasi dan langkah progresif para pendidiknya. Menurutnya, inovasi ini adalah jawaban konkret atas tantangan pendidikan di abad ke-21.
“Saya sangat bangga melihat jargon Smarter, Faster, Higher tidak hanya sekadar menjadi semboyan, melainkan benar-benar diejawantahkan dalam bentuk karya nyata oleh bapak dan ibu guru sains kita. Transformasi dari metode konvensional menuju pendekatan STEM, hingga puncaknya menghasilkan media gamifikasi yang matang, membuktikan bahwa guru-guru Smamda selalu selangkah lebih maju dalam merespons kebutuhan generasi digital,” tegas Bapak Mukhlasin.
Beliau secara khusus menyoroti nilai tambah dari media pembelajaran yang dihasilkan, di mana teknologi modern dan literasi sains berhasil dipadukan tanpa meninggalkan akar budaya.
“Apa yang dihadirkan oleh Ibu Ratna, Ibu Putri, Bapak Supriyanto, Ibu Widya, dan seluruh tim MGMP Sains adalah sebuah terobosan. Membawa materi fisika seperti Kinematika yang sering dianggap sulit menjadi sebuah game interaktif yang memuat kearifan lokal Suroboyo—seperti lagu Rek Ayo Rek—adalah strategi pedagogis yang brilian. Ini secara langsung akan menstimulasi keterampilan berpikir kritis siswa dan memperkuat gerakan literasi sains di sekolah kita dengan cara yang sangat menyenangkan,” paparnya.
Lebih lanjut, Bapak Mukhlasin menegaskan komitmen institusi untuk terus memfasilitasi riset dan pengembangan (R&D) media pembelajaran bagi para guru.
“Ke depannya, sekolah akan terus mendukung penuh inovasi-inovasi berbasis digital seperti ini. Harapan saya, mahakarya dari guru-guru sains ini menjadi pemantik inspirasi bagi mata pelajaran lainnya untuk terus berkreasi. Inilah wajah Smamda Surabaya: sekolah yang tidak hanya mentransfer ilmu, tetapi juga mencipta, berinovasi, dan siap mencetak generasi pemimpin masa depan,” tutupnya dengan penuh optimisme.
Ratna Yuliawati


Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.