Sundrop Knowledge Center, Inovasi Perpustakaan Hijau Karya Siswa Smamda Raih Predikat Ide Solusi Visioner

SMAMDA.NET – SMA Muhammadiyah 2 Surabaya (Smamda) kembali menorehkan prestasi melalui partisipasinya dalam program Generator 2025 (Generasi Remaja Inovator). Program ini diselenggarakan oleh Generation Educators (GenEd), Schneider Electric Foundation, Ancora Foundation, serta Dinas Pendidikan Jawa Timur. Puncak kegiatan berlangsung di Balai Pemuda Surabaya pada Jumat (19/12/2025).

Kegiatan yang melibatkan sekitar 21.000 siswa dari 63 SMA di wilayah Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik ini berfokus pada inovasi berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics). Adapun tema yang diusung adalah Langkah Inovasi Remaja, Dekarbonisasi Jatim Kita Bisa, dengan fokus pada solusi energi bersih, transisi energi, dan pembangunan kota berkelanjutan atau EcoCity.

Dalam pelaksanaannya, Smamda Surabaya tidak hanya menitikberatkan pada hasil akhir, tetapi juga pada proses panjang penemuan dan kreasi siswa. Kegiatan dimulai sejak Agustus melalui tahap on-boarding, kemudian dilanjutkan dengan kolaborasi guru bidang sains, meliputi Fisika, Kimia, dan Biologi. Integrasi dilakukan dengan menyelaraskan Capaian Pembelajaran ke dalam program kokurikuler sekolah.

Proses pengerjaan karya mengikuti tahapan design thinking, yakni empathize, define, ideate, prototype, dan testing. Program ini diikuti seluruh siswa kelas X tahun ajaran 2025–2026. Melalui proses seleksi sketsa dan cetak biru oleh Koordinator Program Generator Smamda Nuruddin Baasith Sujiyono SKom terpilih satu karya unggulan berjudul Sundrop Knowledge Center: Inovasi Perpustakaan Berbasis Energi Ramah Lingkungan Kota Surabaya.

Karya tersebut merupakan hasil kreativitas tim siswa kelas X.3 yang terdiri atas Haafizhah Ilmira Azzalia, Clearesta Aqila Saskara, Marchilla Arta Nugraha, Riyukie Ardani Kezia, Reyvaliant Anindya Juli Azzarah, dan Wiyannida Mumtaza. Mereka didampingi mentor dari kakak kelas, yakni M Hasan Arasy kelas XII.1, Keandre Ataya Rizqullah kelas XII.2, serta Abdurrahman Auf kelas XII.2.

Prototype Sundrop Knowledge Center mengusung konsep perpustakaan ramah lingkungan dengan dukungan Ruang Terbuka Hijau. Keunggulannya terletak pada pemanfaatan sumber energi terbarukan, seperti tenaga surya, pembangkit listrik mikrohidro, dan tenaga angin. Inovasi ini diharapkan dapat menambah ketersediaan ruang baca luar ruangan sekaligus meningkatkan minat baca masyarakat.

Berkat inovasi tersebut, Smamda Surabaya berhasil meraih predikat sebagai Sekolah dengan Ide Solusi Visioner untuk Dekarbonisasi Jawa Timur.

Kepala Smamda Surabaya Mukhlasin ST MPd menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan kerja keras para siswa.

“Kami sangat bangga atas komitmen dan energi yang dicurahkan tim sehingga mampu meraih prestasi tersebut,” ujarnya.

Para siswa pun mengaku memperoleh banyak pengalaman berharga. Riyukie sebagai konseptor desain menyampaikan bahwa rasa lelah selama proses terbayar lunas. Hal senada disampaikan Haafizhah selaku ketua kelompok serta Wiyannida yang menangani finalisasi prototype, yang merasa bangga dapat berkontribusi untuk sekolah.

Marchilla menambahkan, kegiatan ini melatih keberaniannya dalam menghadapi tantangan. Sementara Reyvaliant yang bertanggung jawab pada instalasi panel surya menekankan pentingnya kerja sama tim.

“Pengalaman tersebut mengajarkan cara berkomunikasi dan menyelesaikan masalah bersama, sekaligus memotivasinya untuk lebih aktif dalam kegiatan positif lainnya,” tuturnya.

Capaian di ajang Generator 2025 ini menegaskan bahwa siswa Smamda Surabaya mampu menghadirkan ide dan solusi nyata bagi lingkungan. Diharapkan keberhasilan ini terus menginspirasi seluruh siswa untuk berinovasi demi masa depan yang lebih baik.

Author:

I Am the Admin