Ungkapan Haru Wali Murid Dr. dr. Medhi Denisa Alinda di Wisuda Smamda ke-49: Terima Kasih Guru, Teruslah Bermimpi Anak-Anakku!

SMAMDA.NET – Suasana khidmat prosesi Wisuda Purna Siswa ke-49 SMA Muhammadiyah 2 (Smamda) Surabaya semakin menyentuh hati saat perwakilan wali murid menyampaikan sambutan di atas podium Smamda Tower. Ungkapan hati tersebut disampaikan oleh Dr. dr. Medhi Denisa Alinda, Subsp.D.T, FINSDV, FAADV., selaku perwakilan wali murid sekaligus orang tua dari wisudawati Queen Merci Mireille Laquisha (kelas 12.1).
Acara ini menjadi momentum penuh emosional yang memadukan rasa bangga, terima kasih, serta pesan cinta mendalam dari orang tua kepada anak-anaknya.

“Hari ini, semua usaha, doa, dan kerja keras itu berdiri di depan kita dalam bentuk senyum dan kebanggaan,” ungkap Dr. Medhi Denisa mengawali sambutannya.
Apresiasi Atas Ketulusan Guru Mendidik Remaja

Dalam pidatonya, Dr. Medhi Denisa secara khusus menyampaikan terima kasih yang tak terhingga kepada seluruh guru Smamda Surabaya yang telah sabar mendidik anak-anak mereka melewati masa remaja yang penuh tantangan.

“Sebagai perwakilan wali murid, izinkan saya menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh guru dan pihak sekolah. Kami sadar mendidik anak remaja bukanlah hal yang mudah. Bapak dan Ibu guru bukan hanya mengajar pelajaran di kelas, tetapi juga mendidik karakter, kesabaran, disiplin, dan mimpi anak-anak kami. Bapak dan Ibu telah menjadi bagian penting dalam perjalanan menuju masa depan,” tuturnya.

Tak lupa, beliau juga menyampaikan permohonan maaf yang tulus atas segala kekhilafan dan kesalahan yang mungkin pernah dilakukan oleh para siswa selama tiga tahun menempuh pendidikan di sekolah.

Berbalik menghadap para wisudawan, Dr. Medhi Denisa memberikan wejangan yang sangat menyentuh mengenai realitas kehidupan setelah lulus sekolah. Beliau mengingatkan bahwa kelulusan ini merupakan awal dari perjuangan yang sesungguhnya di dunia nyata.
“Sesungguhnya ini adalah awal dari kehidupan yang sebenarnya. Di depan kalian sudah ada jalan yang panjang. Apa pun pilihan kalian, ingatlah jangan pernah takut untuk gagal, karena sering kali kegagalan merupakan guru terbaik yang akan mengajarkan kita banyak hal,” pesannya penuh motivasi.

Suasana aula semakin haru saat beliau mengungkapkan isi hati terdalam dari seluruh orang tua yang hadir. Sebuah pengakuan jujur tentang cinta kasih orang tua yang tiada batas di balik segala kekhawatiran mereka selama ini.

“Kami sebagai orang tua tidak selalu menjadi sempurna. Kadang terlalu khawatir, kadang terlalu banyak bertanya, dan terlalu sering menasihati. Tapi percayalah, di balik semua itu ada cinta yang tidak mungkin berhenti. Ibu dan ayah siap mengawal cita-cita kalian, jangan pernah takut untuk bermimpi setinggi langit,” pungkasnya yang disambut tetesan air mata haru dan tepuk tangan hangat dari seluruh hadirin.

Fakhrial

Author:

I Am the Admin