Tak Kuasa Tahan Air Mata, Mahasiswi Thailand Yang Tinggalkan Smamda, Ini Kenangan Indahnya

Senang dan terharu. Dua kata itu keluar dari bibir mungil Wisutthinan Amnuai saat Farewell Party (Pesta Perpisahan) di Rumah Makan Padang Sederhana, Jalan Raya Kertajaya Indah, Rabu (31/10/18) sore.

Ia menyampaikan terima kasih tak terhingga kepada SMA Muhammadiyah 2 (Smamda) Surabaya dan keluarga Diva Nabila, host family(keluarga angkat)-nya.

Gadis Thailand berusia 19 tahun itu mengakui senang karena banyak mendapatkan pengalaman berharga saat ia mengajar di Smamda. “I have got lots of valuable experience,” tutur Aomam, sapaan akrab Wisutthinan Amnuai.

Salah satu pengalaman berharga yang ia dapatkan, kata Aomam, ketika mengajar bahasa Thailand terkait sapaan dan gerak tubuh saat mengucapkan sapaan tersebut. Siswa Smamda yang diajarnya menyimak dengan seksama.

Selain itu, lanjutnya, dia juga belajar bagaimana orang Indonesia menyapa ketika bertemu, terutama ucapan salam bagi muslim.

Exchange Participant (Peserta Pertukaran) dari Association for the International Exchange of Students in Economics and Commerce (AIESEC) yang mengajar sejak 10 September lalu ini sangat bersyukur bisa mengajar di Smamda. Selain bisa mengetahui lebih banyak tentang Islam seperti shalat, mengaji, atau kultum, kata Aomam, ia juga bisa belajar salah satu warisan budaya, yaitu membatik.

Ia mengatakan, salah satu hal yang ia kenang adalah saat kali pertama membatik. Aomam mengakui agak kesulitan memegang canting, tetapi lama-kelamaan ia mulai menikmatinya. “I am not good at batik painting,” ungkap gadis berusia 19 tahun ini merasa kurang baik dalam membatik.

Namun Aomam senang ketika hasil karyanya itu—batik bergambar ikan hias—dipajang dalam pameran batik lukis di Hotel Luminor, (2-3/10/2018). “I saw many people standing beside my painting then they took picture, I felt proud of me, ha-ha-ha…,” kisahnya sambil tertawa lebar. Ia merasa karyanya sangat dihargai saat melihat banyak orang berdiri di samping lukisannya, kemudian mereka mengambil gambar. Ia pun merasa bangga dengan dirinya.

Ia juga sangat terkesan dengan keramah- tamahan guru dan siswa Smamda pada saat kali pertama menginjakkan kaki di Smamda. Juga pada keseharian saat ia mengajar.

Acara Farewell Party sederhana itu dihadiri Kepala Smamda Astajab SPd MM dan 3 Wakil Kepala Sekolah yaitu Tanti Puspitorini SS (Bidang Humas), Drs Sulaiman (Bidang Ismuba), dan Mukhlasin MPd (Bidang Sarana Prasarana).

Ada pula host parent (orangtua asuh) Sri Wilujeng dan host mate (teman serumah) Diva Nabila, siswa kelas XI MIPA 3. Turut hadir Ketua Majelis Dikdasmen Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur Arbaiyah Yusuf MA dan dua orang pembicara Training of Trainer Applied Conversation of English (ACE) dari Irsyad Trust Singapura yaitu Mr Kamsari dan Madam Zainab.

Mata Aomam tampak berkaca-kaca saat menyampaikan kecintaan pada host family-nya. “I love this family very much,” terang mahasiswi Fakultas Hukum Ramkhamhaeng University Thailand ini. Ia pun menyebut Sri Wilujeng dengan sebutan mommy (ibu).

Mommy always serves me very well, I like eating nugget, mommy buys me a lot,” kenangnya. Ia teringat ibunya, Pianhathai Amnui di rumahnya, yang juga selalu menyiapkan makanan kesukaannya.

Aomam juga terharu karena Diva selalu membelikan coklat yang disukainya. Dafa Widian Arya Satya, kakak Diva, juga membelikan es buah campur yang sangat disukainya juga. Tak terasa hingga air matanya mengucur deras. Diva pun memberinya tisu, suasana hening sesaat.

Kemudian dia kembali bercerita sambil tersenyum. “Di sini saya diberi suguhan banyak makanan dan semuanya enak,” tuturnya.

Ia mengaku saat kali pertama tiba di Surabaya, berat badannya masih 47 kg. Namun saat ini beratnya 51 kg. “Jadi selama 1,5 bulan saya di sini, berat badan saya naik 4 kg. Saya tidak bisa membayangkan jika saya lebih lama tinggal di sini, pasti saya bertambah gemuk,” candanya disambut gelak tawa semua yang hadir.

Tak terasa malam telah larut. Mengakhiri Farewell Party, Kepala Smamda Astajab menyampaikan ucapan terima kasih atas kesediaan Aomam mengajar di Smamda. Ia berharap agar Aomam tetap menjalin komunikasi dengan Smamda. “Jika nanti Aomam sedang berlibur di Indonesia, silahkan mampir ke Smamda,” harap Astajab.

Acara diakhiri dengan pemberian souvenir dan lukisan Aomam, serta berfoto bersama. (TP)

Author:

I Am the Admin

Leave a comment

×
Assalamu Alaikum, Selamat Datang di Smamda