Lewati Persaingan Ketat 600 Peserta, Siswi Smamda Lolos Seleksi IUP Hukum Unair

SMAMDA.NET – Kabar membanggakan datang dari SMA Muhammadiyah 2 Surabaya (Smamda). Luthfia Nabila Fahmi, siswi kelas 12.4 asal Cepu, berhasil lolos seleksi International Undergraduate Program (IUP) Fakultas Hukum Universitas Airlangga (Unair) batch 1.

Prestasi ini menjadi bukti bahwa usaha, konsistensi, dan mental kuat mampu mengantarkan pada pencapaian besar.

Selama menempuh pendidikan di Smamda, siswi yang akrab disapa Fia tinggal di asrama (boarding). Kondisi tersebut tidak mengurangi semangatnya untuk terus belajar dan berkembang. Justru, lingkungan asrama membentuk kemandirian serta kedisiplinannya hingga mampu menembus seleksi IUP.

Saat pertama kali mengetahui dirinya diterima, Fia mengaku diliputi rasa bahagia sekaligus lega. “Saya merasa sangat senang dan lega. Rasanya semua usaha yang sudah saya lakukan akhirnya terbayar. Saya juga tidak menyangka bisa sampai di titik ini,” ungkapnya.

Salah satu momen yang paling membekas baginya adalah saat sesi wawancara. Alih-alih menegangkan seperti yang dibayangkan, suasana justru terasa santai. “Awalnya saya pikir akan tegang, tapi ternyata interviewer sangat ramah, jadi suasananya lebih nyaman. Itu membuat saya lebih percaya diri,” jelasnya.

Di balik keberhasilan tersebut, Fia menegaskan bahwa dukungan orang tua dan teman-teman menjadi faktor penting. “Orang tua selalu memberi semangat, dan teman-teman juga sangat mendukung serta menjadi tempat berbagi selama proses ini,” tuturnya.

Hal itu juga dibenarkan sang bunda, Sri Kinasih. Ia mengungkapkan bahwa pola asuh yang diterapkan berfokus pada keseimbangan antara arahan dan kebebasan. “Saya mengikuti alurnya, memberikan motivasi, ada tarik ulur. Tapi saya selalu menekankan bahwa sekolah tetap nomor satu: harus berusaha, berjuang, berdoa, dan selalu berbuat baik,” ujarnya.

Dalam hal dukungan, Sri Kinasih berupaya memberikan yang terbaik, baik secara materi maupun moril. Ia menilai keputusan menyekolahkan Fia di Smamda merupakan pilihan tepat.

“Kami juga mendukung dengan bimbingan belajar dan mengusahakan apa pun selama itu bermanfaat untuk pendidikan anak,” tambahnya.

Perjalanan menuju IUP tidaklah mudah. Tantangan terbesar yang dirasakan Fia adalah menjaga mental di tengah ketatnya persaingan. Dengan sekitar 600 peserta dalam satu batch dan kursi yang terbatas, ia dituntut tetap percaya diri.

Meski sempat diliputi rasa pesimis saat melihat kompetitor yang tampak sangat kompeten, Fia memilih untuk tidak menyerah. “Saya percaya setiap orang punya jalannya masing-masing. Jadi saya berusaha tetap fokus pada apa yang bisa saya lakukan,” ujarnya.

Ke depan, Fia berkomitmen memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin. Ia ingin terus berkembang, baik secara akademik maupun pribadi. “Cita-cita saya menjadi notaris, jadi saya ingin membangun dasar yang kuat selama kuliah,” katanya.

Tak hanya berprestasi di bidang akademik, Luthfia juga aktif sebagai anggota ekstrakurikuler dance di Smamda. Keseimbangan ini menunjukkan bahwa kesuksesan dapat diraih melalui dedikasi dan manajemen waktu yang baik.

Prestasi Fia diharapkan menjadi inspirasi bagi siswa lain untuk terus berusaha, percaya diri, dan tidak takut menghadapi persaingan.

(Eka Haris Prastiwi/AS)

Author:

I Am the Admin