Pra-Raker SMAMDA Surabaya: Prof. Biyanto Tekankan Pendidikan Bermutu dan Peran Strategis Guru

SMAMDA.NET – Kegiatan pra-raker Guru dan Karyawan SMA Muhammadiyah 2 (Smamda) Surabaya yang dilaksanakan pada Sabtu (2/4), bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional, menghadirkan Prof. Dr. H. Biyanto, M.Ag yang juga menjabat sebagai Staf Ahli Bidang Regulasi dan Hubungan Antar Lembaga sebagai narasumber utama.

Kehadiran Prof. Biyanto dalam kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pandangan strategis terkait arah pengembangan Smamda ke depan.
Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya arah kebijakan pendidikan nasional yang berfokus pada pemerataan dan peningkatan mutu pendidikan bagi seluruh warga negara.

Ia menyampaikan bahwa pendidikan bermutu merupakan hak setiap warga negara sekaligus kunci pembangunan bangsa. Hal ini sejalan dengan berbagai regulasi nasional serta program prioritas pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Salah satu program prioritas yang disoroti adalah kebijakan wajib belajar 13 tahun, yang mencakup 1 tahun pendidikan PAUD, 6 tahun SD, 3 tahun SMP, dan 3 tahun SMA. Program ini bertujuan untuk memperluas akses pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas generasi masa depan.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Biyanto juga menegaskan pentingnya pengaturan kapasitas rombongan belajar (rombel) di sekolah. Untuk jenjang SMA, jumlah maksimal ditetapkan masing-masing rombel berisi 36 siswa. Ia mengingatkan bahwa jika jumlah tersebut dilampaui, data siswa tidak akan dapat masuk ke dalam sistem Dapodik.

Namun demikian, sekolah tetap diberikan kesempatan untuk mengajukan penambahan rombel kepada Dinas Pendidikan Provinsi dengan melalui proses verifikasi dan validasi. “Supaya tidak ada cerita perpustakaan tiba-tiba berubah menjadi ruang kelas, mushola dipartisi menjadi ruang kelas. Karena kami berkomitmen agar seluruh siswa mendapatkan pendidikan yang bermutu,” ujar Prof. Biyanto.

Lebih lanjut, ia memaparkan berbagai program peningkatan kompetensi dan profesionalisme guru serta tenaga kependidikan. Pemerintah terus mendorong peningkatan kualifikasi akademik guru hingga jenjang S1/D4, pelaksanaan Pendidikan Profesi Guru (PPG), serta berbagai pelatihan untuk menunjang kualitas pembelajaran.

Prof. Biyanto menegaskan bahwa kebijakan tersebut merupakan bentuk penghargaan terhadap peran guru sebagai ujung tombak pendidikan. “Guru adalah jantung pendidikan, kunci keberhasilan pendidikan,” tegasnya. Selain aspek kesejahteraan, transformasi pendidikan juga diarahkan pada pembelajaran yang lebih mendalam (deep learning), penguatan karakter peserta didik, serta integrasi teknologi seperti koding dan kecerdasan artifisial dalam proses pembelajaran.

Terkait peningkatan capaian akademik siswa, Prof. Biyanto menekankan pentingnya analisis hasil evaluasi belajar. “Perlu dilakukan pemetaan terhadap posisi hasil TKA, khususnya pada mata pelajaran seperti Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, dan Matematika. Dengan adanya pemetaan ini, guru mata pelajaran terkait dapat melakukan intervensi yang tepat melalui berbagai penguatan untuk meningkatkan capaian siswa,” tutur Prof. Biyanto.

Ia juga menambahkan bahwa data-data terkait survei sekolah terbaik, seperti daftar SMA swasta terbaik di Jawa Timur, perlu dihimpun secara sistematis. Hal ini penting sebagai acuan dalam merumuskan langkah strategis guna mengakselerasi mutu pendidikan sekolah ke depan.

Di sisi lain, siswa juga perlu dibiasakan menerapkan nilai-nilai “7 Anak Indonesia Hebat”. Pembiasaan ini dapat didukung melalui kegiatan sederhana seperti menyanyikan lagu tentang kerukunan dengan teman serta membiasakan mendengarkan lagu “Hari Baru”, sehingga tercipta suasana yang harmonis dan memperkuat sikap rukun antar siswa.

Tak kalah penting, ia menekankan terciptanya lingkungan sekolah yang aman dan nyaman. “Pastikan sekolah ini memberikan lingkungan yang aman dan nyaman untuk belajar, tidak ada bullying,” tambah Prof. Biyanto. Selain itu, pengembangan talenta dan prestasi siswa juga menjadi perhatian utama, seiring dengan penguatan digitalisasi pembelajaran sebagai bagian dari transformasi pendidikan di era modern.

Prof. Biyanto juga berpesan pentingnya kekompakan seluruh elemen sekolah. Ia menegaskan bahwa tanpa kebersamaan, tujuan yang ingin dicapai akan sulit diraih.
“Kompak, karena jika tidak kompak akan susah meraih. Raker ini menjadi tempat untuk mencurahkan komitmen kita semua dalam membangun kebersamaan”, pesannya

Kegiatan pra-raker ini diharapkan mampu memberikan pemahaman sekaligus motivasi bagi seluruh guru dan karyawan Smamda Surabaya untuk terus beradaptasi dengan kebijakan pendidikan terbaru serta meningkatkan kualitas layanan pendidikan di sekolah.

Eka Haris

Author:

I Am the Admin