
SMAMDA.NET – SMAMDA kembali membuka cakrawala dunia bagi para siswanya. Pada tanggal 26 April 2026, tiga siswa delegasi SMAMDA memulai perjalanan akademik inspiratif mereka dalam program Study Immersion Japan Spring 2026. Setelah berkumpul bersama keluarga dan wali kelas di Bandara Juanda sejak pukul 16.00 WIB, rombongan resmi bertolak menuju Negeri Sakura pada pukul 19.00 WIB.
Salah satu peserta delegasi, Rikza Aufa Hananian dari kelas X.3, menyampaikan bahwa keberangkatannya didasari keinginan kuat untuk memperluas wawasan internasional. Bagi Rikza, siswa yang sangat menyukai olahraga basket ini, tantangan di Jepang menjadi peluang berharga untuk melatih sportivitas dan disiplin di luar lapangan. Meski awalnya sempat ragu, dukungan penuh dari orang tua menjadi penguat langkahnya untuk mengeksplorasi peluang pendidikan di luar negeri.
Eksplorasi Akademik di Jantung Negeri Sakura
Selama 10 hari ke depan, para siswa akan menjalani agenda padat di tiga institusi pendidikan ternama dunia:
Ritsumeikan Asia Pacific University (APU) di Beppu.
Kyoto University, universitas terbaik kedua di Jepang.
Waseda University di Tokyo, kampus swasta yang berorientasi global.
Ratna Yuli, selaku Humas SMAMDA, menyatakan bahwa salah satu kampus yang dikunjungi adalah tempat menimba ilmu alumni SMAMDA. Tidak hanya itu, ia Juga berhasil diterima di kampus tersebut dengan beasiswa penuh (100%). Oleh karena itu, para siswa diharapkan dapat menggali informasi sebanyak-banyaknya di sana, mengingat rata-rata peserta memiliki keinginan untuk melanjutkan kuliah di Negeri Sakura tersebut.
Lebih dari Sekadar Kunjungan
Selama di Jepang, para siswa tidak hanya meninjau fasilitas kampus, tetapi juga berinteraksi langsung dengan mahasiswa setempat. Rikza menceritakan pengalamannya berdiskusi mengenai kurikulum, penguasaan bahasa, hingga adaptasi lingkungan melalui tanya jawab langsung dengan para mahasiswa pendamping.
Dukungan senada disampaikan oleh Bapak Amir Mahmud, ayahanda Rikza. Beliau memandang program ini sebagai sarana melatih keberanian dan kemandirian anak, terutama dalam berkomunikasi menggunakan bahasa asing dan beradaptasi dengan budaya baru. Beliau sangat mendukung langkah Rikza, baik dalam pencapaian akademik maupun pengembangan potensi non-akademik.
Program Study Immersion ini merupakan komitmen berkelanjutan SMAMDA untuk terus mendukung potensi siswa, guna mempersiapkan mereka menjadi generasi yang unggul dan siap bersaing di kancah global.
(Widya dwi kharismawati)


Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.