
SMAMDA.NET – Di SMA Muhammadiyah 2 Surabaya, kedisiplinan siswa dibangun melalui pendekatan humanis dan kolaboratif. Upaya ini dijalankan oleh Tim Peduli di bawah bidang kesiswaan yang berperan sebagai garda depan pembinaan disiplin, bukan sekadar penegak aturan.
Tim Peduli bekerja dengan pendekatan persuasif melalui pemantauan, pembinaan, dan dialog langsung dengan siswa. Mereka juga bersinergi dengan guru Bimbingan dan Konseling (BK) untuk memastikan setiap pelanggaran ditangani melalui pembinaan karakter, termasuk konseling personal dan pendampingan berkelanjutan.
Sistem pendisiplinan diperkuat dengan sistem poin yang mencatat pelanggaran maupun perilaku positif siswa. Sistem ini terintegrasi dengan program manajemen diri yang dilaksanakan secara bertahap, meliputi refleksi diri, penyusunan rencana perbaikan pribadi, serta monitoring dan pendampingan intensif. Dalam kasus tertentu, wali kelas dan orang tua turut dilibatkan untuk mendukung perubahan perilaku siswa.
Evaluasi berkelanjutan berbasis data poin memungkinkan pembinaan yang lebih spesifik sesuai kebutuhan individu. Siswa yang menunjukkan perkembangan positif juga diberikan apresiasi sebagai penguatan motivasi.
Program ini telah meningkatkan kesadaran siswa terhadap disiplin dan tanggung jawab. Pendekatan empati, sistem terstruktur, dan kolaborasi lintas peran menjadikan model ini inspirasi bagi guru di SMA Muhammadiyah Gubug untuk mengadaptasi budaya disiplin yang bijak, humanis, dan berkelanjutan demi membentuk generasi berintegritas dan berakhlak mulia.
Rohmad Nur Priyanto/Ratna Yuliawati


Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.