
SMAMDA.NET – Perkembangan Artificial Intelligence (AI) yang semakin pesat menjadi tantangan sekaligus peluang bagi generasi muda. Menjawab hal tersebut, SMA Muhammadiyah 2 Surabaya (Smamda) menghadirkan Prof. Dr. Eng. Ir. Imam Robandi, M.T., IPU, Ketua Dewan Profesor ITS sekaligus Ketua Forum Dewan Guru Besar Indonesia (FDGBI), dalam kegiatan studium general yang bertajuk Applied AI and Mathematics Modeling in Modern Technology Development pada Selasa, 12 Mei 2026 di Lantai 2 Smamda Tower yang diikuti oleh kelas XI Internasional.
Dalam pemaparannya, Prof. Imam Robandi menekankan pentingnya matematika sebagai dasar utama perkembangan teknologi modern dan kecerdasan buatan (AI). Menurutnya, matematika sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari, meskipun sering kali tidak disadari.
“Kalau matematika jalan, logikamu jalan. Mungkin kalian belum merasakannya hari ini, tapi suatu saat nanti semua yang ada di kehidupan ini dapat diubah menjadi persamaan matematika,” tutur Prof. Imam Robandi.
Ia menjelaskan bahwa hampir seluruh aspek kehidupan menggunakan konsep matematika, mulai dari sistem kelistrikan, hingga teknologi modern yang berkembang di masyarakat.
Prof. Imam juga mengungkapkan bahwa perkembangan dunia saat ini semakin erat dengan teknologi Artificial Intelligence (AI). Teknologi seperti face print, finger print, hingga sistem pembayaran elektronik telah memanfaatkan AI dalam penggunaannya.
Ia juga menegaskan bahwa AI mampu mempercepat pekerjaan manusia dan menjadi bagian penting dalam perkembangan teknologi modern.
Meski demikian, Prof. Imam mengingatkan bahwa AI tetap harus digunakan secara bijak. Ia menilai kemudahan teknologi dapat membuat manusia menjadi malas apabila tidak dibarengi dengan kemampuan dasar yang kuat.
“Mathematics dan AI sangat bersahabat. Kelemahan AI membuat manusia malas karena hanya sekadar input-output tanpa memahami prosesnya,” ungkapnya.
Materi kemudian dilanjutkan oleh Dr. Mohamad Almas Prakasa, S.T., M.T., yang menjelaskan implementasi matematika dalam berbagai bidang ilmu, termasuk teknik elektro.
“Ketika saya kuliah di Teknik Elektro, model kelistrikan ternyata dimodelkan dalam bentuk matriks. Matematika tidak hanya berputar dengan fisika saja, tetapi implementatif di semua bidang,” jelas Almas.
Dalam sesi interaktif, beberapa siswa Smamda turut menyampaikan cita-cita dan pandangannya mengenai AI serta teknologi masa depan. Muhammad Ghifari Al-Farizi dari kelas XI-4 mengungkapkan keinginannya menjadi pebisnis sekaligus konten kreator. Menanggapi hal tersebut, Dr. Almas menjelaskan bahwa dunia media sosial juga tidak lepas dari matematika.
“Bisnis di sosial media semua sudah menggunakan mathematics, algoritma, dan probabilitas,” ujarnya.
Sementara itu, Aurelia Halawatia Tatiana Latupono dari XI-1 menyampaikan cita-citanya untuk melanjutkan studi ke Teknik Sipil ITB karena ketertarikannya pada fisika dan matematika.
“I want to continue my studies in Civil Engineering at ITB. I enjoy learning physics and mathematics because I am interested in those subjects more than the others,” ungkap Aurelia.
Dr. Almas pun memberikan motivasi kepada para siswa agar percaya diri dalam menggunakan bahasa Inggris.
“Kalian jangan takut dengan logat bahasa Inggris, percaya diri saja,” pesannya.
Selain itu, ia juga mengingatkan bahwa AI hanyalah alat bantu sehingga kemampuan dasar tetap harus dimiliki.
“Menggunakan AI hanya sebagai alat, kita harus punya kemampuan mendasar,” tegasnya.
Khefy Salwa Meyhuan Priyanto dari kelas XI-3 juga menyampaikan cita-citanya menjadi dokter sekaligus berbagi edukasi melalui media sosial. Ia bahkan mengaku pernah mencoba membuat game menggunakan Scratch AI.
“Maybe I can become a doctor, then share and tell people about it through social media. I have also tried to make a game using Scratch AI,” ujar Khefy.
Di akhir kegiatan, Prof. Imam Robandi memberikan pesan motivasi kepada seluruh siswa Smamda agar memanfaatkan masa muda dengan sebaik-baiknya.
“AI bukan hanya untuk engineering teknologi. Di era kalian ini semuanya serba mudah, maka manfaatkan waktu sebaik mungkin,” pesannya.
Ia juga menyampaikan motivasi tentang pentingnya kerja keras sejak muda.
“Kalau kamu repot di masa mudamu, kamu akan santai di masa tuamu. Kalau kamu santai di masa mudamu, kamu akan repot di masa tuamu. Sukses itu tidak harus, tetapi kalau ada orang lain yang sukses kamu jangan iri,” tutur Prof. Imam Robandi.
Menutup kegiatan stadium general tersebut, Prof. Imam mengingatkan bahwa setiap siswa memiliki potensi besar yang harus terus dirawat dan dikembangkan.
“Kamu adalah bibit hebat. Sehebat-hebatnya bibit kalau tidak dirawat akan mati. Maka bercita-citalah setinggi mungkin,” pungkasnya.
Kegiatan studium general tersebut menjadi ruang inspiratif bagi siswa Smamda untuk memahami bahwa matematika dan Artificial Intelligence bukan lagi sekadar teori di ruang kelas, melainkan bekal penting dalam menghadapi masa depan. Dengan semangat belajar, kemampuan dasar yang kuat, serta keberanian untuk terus berkembang, siswa Smamda diharapkan mampu menjadi generasi unggul yang siap beradaptasi dan berkontribusi di era teknologi modern.
Eka Haris Prastiwi


Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.