Studi Ekskursi ke Singapura, Siswa Smamda Belajar Desain di SUTD dan Public Speaking di SAA

SMAMDA.NET — “Jaya, jaya, jaya!” Begitulah jargon yang diteriakkan oleh siswa-siswi kelas XI Internasional SMA Muhammadiyah 2 (Smamda) Surabaya di Bandara Internasional Ir Djuanda, Surabaya, beberapa saat sebelum keberangkatan ke Singapura.

Senin lalu (6/4/2026), sesuai agenda tahunan, kelas XI Internasional Smamda Surabaya tahun ajaran 2025/2026 melaksanakan kegiatan studi ekskursi ke Negeri Singa. Didampingi oleh Universal Education, serta satu kepala sekolah dan lima guru pendamping, siswa Smamda Surabaya belajar ilmu-ilmu baru di kampus-kampus ternama di Singapura selama empat hari hingga Kamis (10/4/2026).

“Meskipun agenda tahunan, tentu ilmu selalu berkembang seiring waktu. Siswa Smamda akan mendapatkan ilmu dan pengalaman baru sesuai dengan perkembangan saat ini. Mudah-mudahan anak-anak bisa punya wawasan baru, syukur-syukur jika nanti tumbuh minat untuk studi lanjut di sana setelah lulus,” harap Masad Fachir SKom MMT, Kepala Program Internasional Smamda Surabaya.

Pukul 09.45, sebanyak 91 siswa Smamda Surabaya berjalan menuju pesawat Singapore Airlines SQ928, memulai perjalanan mereka menuju negara dengan kualitas pendidikan terbaik di Asia Tenggara.

Peserta studi ekskursi berfoto di depan Bangunan Heritage Jackie Chan di SUTD, Senin (6/4/2026). (Dini Amalina/Klikmu.co)

Misi Pertama, SUTD

Setibanya di Bandara Changi pukul 13.00 waktu Singapura, rombongan Smamda Surabaya langsung menuju Singapore University of Technology and Design (SUTD). Kampus berstatus perguruan tinggi negeri (PTN) di Singapura itu menjadi tujuan ekskursi pertama dan lokasinya tidak jauh dari Bandara Changi.

Sebelum masuk ke auditorium, Wennas Widjaja dari Universal memperkenalkan bangunan unik di tengah SUTD. “Bangunan ini adalah bangunan heritage dan merupakan hadiah dari Jackie Chan,” jelas Wennas, sambil menunjuk bangunan yang mirip bagian depan kuil.

Di auditorium SUTD, pihak kampus memberikan sambutan hangat. Siswa-siswi Smamda Surabaya kemudian mendengarkan pemaparan dari Ms Eunice Foo tentang program-program yang ada di SUTD, mulai pukul 14.00 hingga 16.00 waktu Singapura.

Materi yang disampaikan meliputi kurikulum hingga bagaimana SUTD mempersiapkan mahasiswa agar siap bersaing dan kreatif melalui teknologi dan AI.

Khefy Salwa, siswi kelas XI.3 Smamda Surabaya, mengaku terkesima dengan materi yang disampaikan.

“Di sini ternyata tidak hanya belajar teori desain dan teknologi saja, tetapi juga perancangan karya mulai dari pembuatan hingga presentasinya. Jadi ketika belajar di sini, mahasiswa juga dituntut membuat karya yang bisa dipasarkan,” ungkapnya.

Anas Khairur Rijal SSi, guru pendamping yang juga bertugas menyerahkan cinderamata di SUTD, menyebut siswa Smamda cukup antusias.

“Padahal mereka baru saja menempuh perjalanan jauh, tetapi tidak merasa capek. Saya mencatat sekitar tujuh hingga delapan siswa yang bertanya dalam waktu kunjungan yang singkat ini,” jelasnya.

Misi Kedua, Belajar Public Speaking di SAA

Hari kedua, Selasa (7/4/2026), siswa-siswi Smamda Surabaya berangkat menuju kawasan Jurong East Mall (JEM). Bukan untuk berbelanja, melainkan mengikuti pelatihan public speaking di lantai 6, tepatnya di Speech Academy Asia (SAA).

Disambut oleh Senior Trainer Mr Terence, siswa-siswi Smamda mengikuti pelatihan komunikasi publik selama delapan jam, mulai pukul 09.00 hingga 17.30 waktu Singapura.

Model pelatihannya cukup unik. Siswa tidak belajar dalam satu ruangan besar, melainkan dibagi menjadi lima kelompok di lima ruangan berbeda. Kelima kelompok tersebut dipandu oleh Mr Terence, Mr Cruz, Ms Adele, Ms Valeria, dan Ms Christina.

Penyerahan cinderamata dari Smamda Surabaya ke pihak SAA Singapura, Selasa (7/4/2026). (Dini Amalina/Klikmu.co)

Selama delapan jam, siswa hanya mempelajari teori dalam waktu singkat, sementara sisanya diisi dengan praktik langsung pidato yang diamati dan dinilai oleh para trainer. Pada sesi pertama (09.00–12.30), siswa belajar menyampaikan perkenalan singkat untuk mengukur gaya bicara dan gestur alami sebelum memasuki sesi pengujian.

Sesi kedua berlangsung pukul 13.30 hingga 17.30, berupa pengujian pidato di masing-masing kelas. Materi pidato telah dipersiapkan sejak sebelum keberangkatan di Indonesia. Di akhir pelatihan, siswa yang dinyatakan lulus mendapatkan sertifikat.

“Alhamdulillah, 100 persen lulus semua,” ujar Dora Rosella SPd Gr, salah satu guru pendamping yang juga bertugas menyerahkan cinderamata dari Smamda Surabaya kepada pihak SAA.

(Muhammad Zarkasi/AS)

Author:

I Am the Admin