Bangga! Siswi Smamda Surabaya Fahira Lolos SNBP ITS, Haru Bersama Keluarga di Lampung

Smamda.net — Momen pengumuman Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) selalu menghadirkan kisah emosional bagi para siswa. Bagi Fahira Alya Naura R. Siswi kelas 12.1 SMA Muhammadiyah 2 Surabaya (smamda) hari itu menjadi salah satu momen paling berharga dalam hidupnya. Ia berhasil lolos di jurusan Teknik Biomedik Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), capaian yang disambut dengan tangis haru bersama keluarga.

“Perasaan saya campur aduk, tapi yang pasti sangat senang dan bersyukur,” ungkap Fahira. Ia sengaja menunda kepulangan ke Surabaya agar bisa menyaksikan hasil SNBP bersama keluarga besarnya di Lampung.

Tepat pada 31 Maret pukul 15.00, didampingi orang tua, kakak, adik, dan nenek, Fahira membuka pengumuman. Saat layar berubah biru tanda diterima, ia tak kuasa menahan air mata.

“Senang sekali bisa berbagi kebahagiaan itu langsung dengan keluarga,” kenangnya.

Di balik kebahagiaan Fahira, sang ibu, Tri Hanifah, juga merasakan hal yang sama. Ia menyebut momen tersebut sebagai buah dari perjalanan panjang yang penuh usaha dan doa.

“Alhamdulillah, sebagai orang tua saya merasakan kebahagiaan dan rasa syukur yang sangat mendalam. Ini bukan hanya tentang diterima di perguruan tinggi impian, tetapi juga tentang perjalanan panjang yang akhirnya membuahkan hasil. Saya bangga sekaligus terharu melihat Ananda bisa mencapai titik ini,” tuturnya.

Lebih dari sekadar hasil akhir, Tri Hanifah menekankan pentingnya proses dalam mendampingi anak. Ia dan keluarga berusaha memberikan dukungan secara menyeluruh, baik secara emosional, spiritual, maupun akademik.

“Kami membiasakan komunikasi yang terbuka, memberi kepercayaan, serta menanamkan nilai disiplin dan tanggung jawab. Kami juga mendorong anak untuk mengenali minat dan potensinya, serta selalu mengiringi usaha dengan doa,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa peran orang tua bukan hanya mengarahkan, tetapi juga menjadi tempat pulang yang nyaman dalam setiap proses anak.

Keberhasilan Fahira juga tidak lepas dari lingkungan pendidikan yang mendukung. Tri Hanifah menyampaikan apresiasi kepada SMA Muhammadiyah 2 Surabaya (smamda) atas bimbingan dan dedikasi para guru.

“Kami mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada kepala sekolah dan seluruh guru smamda Surabaya yang telah membimbing dan memberikan lingkungan belajar yang positif. Semoga dedikasi mereka dibalas oleh Allah dan smamda semakin jaya,” ujarnya.

Sementara itu, Fahira sendiri mengungkapkan bahwa ketertarikannya pada Teknik Biomedik berangkat dari kecintaannya pada astronomi dan anatomi. Ia melihat alam semesta sebagai makrokosmos dan tubuh manusia sebagai mikrokosmos yang sama-sama kompleks.

“Saya suka fisika, jadi melihat tubuh manusia itu seperti sistem dengan mekanika yang sangat presisi. Tapi sistem ini bisa mengalami gangguan, dan di situlah teknologi biomedik hadir sebagai solusi,” jelasnya. Ia berharap dapat berkontribusi melalui inovasi teknologi untuk meningkatkan kualitas kesehatan manusia.

Keberhasilan Fahira menembus SNBP juga ditopang oleh kebiasaan belajar yang konsisten. Ia menanamkan semangat untuk selalu aktif di kelas, menjaga nilai rapor, dan tetap menjalani aktivitas yang disukai seperti mengikuti lomba.

“Kuncinya konsistensi dan rasa ‘lapar’ akan ilmu,” katanya. Ia juga aktif di ekstrakurikuler Karya Ilmiah dan berhasil meraih Gold Medal dalam ajang IIIEX di Semarang, yang turut menjadi nilai tambah dalam seleksi.

Menjalani kehidupan sebagai siswa boarding dengan jadwal padat, Fahira belajar mengatur waktu melalui pengalaman langsung.

“Semua harus dikerjakan, tapi kita harus tahu mana yang diprioritaskan. Yang penting tetap ada waktu istirahat supaya tidak burnout,” ujarnya.

Tak hanya Fahira, capaian membanggakan juga diraih oleh siswa lain yang berhasil menembus Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) melalui jalur SNBP. Mereka adalah:

1. Sabira Ziraili Fardiansyah diterima di Rekayasa Kecerdasan Artifisial
2. ⁠Faiq Ikram diterima di Teknik Mesin
3. ⁠Ilham Nabiih diterima di Teknik Material
4. ⁠Setya Bagus diterima di Teknik Fisika
5. ⁠ Khodijah Naila Faza diterima di Desain Produk Industri.

Prestasi ini menjadi bukti bahwa semangat belajar, dukungan keluarga, serta lingkungan pendidikan yang kondusif mampu melahirkan generasi unggul yang siap bersaing di masa depan.

Ke depan, Fahira memiliki mimpi besar untuk menjadi peneliti sekaligus pengembang teknologi kesehatan di Indonesia.

“Mimpi itu harus setinggi mungkin. Dengan target yang tinggi, usaha kita juga akan mengikuti. Kalau pun jatuh, kita masih berada di posisi yang baik,” tutupnya penuh optimisme.

Kisah Fahira dan rekan-rekannya menjadi gambaran nyata bahwa kerja keras, doa, dan kolaborasi berbagai pihak dapat mengantarkan langkah menuju masa depan yang gemilang.

Author:

I Am the Admin