Dokter RS Siti Khodijah Edukasi Siswa Smamda Terkait HIV/AIDS dan Bahaya Narkoba

SMAMDA.NET – Sekitar 50 siswa mengikuti kegiatan penyuluhan tentang HIV/AIDS dan narkoba yang diselenggarakan di lantai 2 SMA Muhammadiyah 2 Surabaya (Smamda) pada Kamis (30/4/2026). Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari RS Siti Khodijah, dr Shafira Shafa Rachma Hartawan, yang memberikan pemahaman komprehensif terkait bahaya narkoba serta HIV/AIDS.

Dalam penyampaiannya, dr Shafira Shafa Rachma Hartawan menjelaskan bahwa narkoba merupakan singkatan dari narkotika, psikotropika, dan bahan adiktif lainnya. Ia menegaskan bahwa tidak hanya obat-obatan terlarang, tetapi zat seperti rokok dan alkohol juga termasuk bahan adiktif karena dapat menyebabkan ketergantungan.

“Banyak yang mengira narkoba hanya sebatas obat terlarang, padahal rokok dan alkohol juga termasuk zat adiktif yang berbahaya,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa penyalahgunaan narkoba tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik dan mental, tetapi juga dapat merusak kehidupan sosial serta masa depan penggunanya. Selain itu, penggunaan narkoba juga memiliki konsekuensi hukum.

“Dampaknya tidak hanya pada tubuh, tetapi juga bisa merusak masa depan dan hubungan sosial seseorang,” tambahnya.

Dalam sesi tersebut, siswa juga diberikan pemahaman mengenai pencegahan penyalahgunaan narkoba, di antaranya dengan memilih lingkungan pergaulan yang sehat, meningkatkan kesadaran diri, serta berani menolak ajakan negatif.

“Kunci utama adalah berani mengatakan tidak dan memilih pergaulan yang membawa dampak positif,” tegasnya.

Selain itu, materi tentang HIV/AIDS juga disampaikan. dr. Shafa menjelaskan bahwa HIV adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh, sedangkan AIDS merupakan kondisi lanjut dari infeksi HIV. Ia juga memaparkan cara penularannya, seperti melalui hubungan seksual tidak aman, penggunaan jarum suntik bergantian, serta penularan dari ibu ke anak.

Sebagai upaya pencegahan, ia mengenalkan prinsip ABCDE, yaitu Abstinence (tidak melakukan hubungan seksual berisiko), Be faithful (setia pada satu pasangan), Condom (penggunaan kondom), Drug no (menghindari narkoba terutama jarum suntik), dan Education (peningkatan pengetahuan tentang HIV/AIDS).

“Pencegahan HIV sangat mungkin dilakukan jika kita memiliki pengetahuan yang cukup serta menerapkan pola hidup sehat dan bertanggung jawab,” jelasnya.

Adapun gejala HIV yang perlu diwaspadai antara lain penurunan berat badan drastis, demam berkepanjangan, kelelahan, serta infeksi yang sering kambuh.

Pada sesi tanya jawab, salah satu siswa, Don Anargya (XI.10), menanyakan kemungkinan penyembuhan HIV/AIDS. dr. Shafa menjelaskan bahwa HIV/AIDS belum dapat disembuhkan, namun dapat dikendalikan dengan obat antiretroviral (ARV).

Sementara itu, Zulfahmi (XI.6) menanyakan kemungkinan penularan HIV kepada keturunan. Ia menjelaskan bahwa dengan terapi ARV yang rutin, risiko penularan dari ibu ke anak dapat ditekan seminimal mungkin.

Kegiatan penyuluhan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran siswa tentang bahaya narkoba dan HIV/AIDS, sekaligus mendorong penerapan gaya hidup sehat dan bertanggung jawab. Hal ini juga menjadi bagian dari komitmen SMAMDA dalam membentuk pelajar yang bebas narkoba dan HIV/AIDS.

(Eka Haris Prastiwi/Widya Dwi Kharismawati/AS)

Author:

I Am the Admin