
SMAMDA.NET – Nuansa religius dan semangat menuntut ilmu terasa di Masjid Nurul Ilmi SMA Muhammadiyah 2 (smamda) Surabaya pada Selasa pagi (13/5/2026). Seluruh siswa kelas X dan XI, beserta guru dan karyawan Smamda Surabaya, mengikuti Kajian Zulhijah 1447 H bertema “Keistimewaan dan Amalan Sunnah di Bulan Zulhijah” dengan penuh antusias.
Kegiatan diawali dengan sambutan Kepala SMA Muhammadiyah 2 Surabaya, H. Mukhlasin, S.T., M.Pd. Dalam sambutannya, beliau mengungkapkan rasa syukur karena seluruh peserta masih diberikan kesehatan sehingga dapat mengikuti kajian bersama.
“Alhamdulillah Allah masih memberikan kesehatan kepada kita semua, sehingga kita bisa mengikuti kajian Zulhijah hari ini,” tuturnya.
Beliau menyampaikan bahwa kajian Zulhijah merupakan bagian dari rangkaian peringatan hari besar Islam yang rutin dilaksanakan di Smamda Surabaya sebagai upaya menguatkan spiritual warga sekolah.
“Jangan sampai kita tidak tahu landasan, keutamaan bulan Zulhijah. Ini adalah hal yang krusial. Banyak peristiwa penting yang terjadi di bulan Zulhijah.” ujarnya.
Kajian kemudian dilanjutkan oleh Dr. H. Tho’at Stiawan, S.HI., M.HI., Dekan FSIP UMSURA. Dalam materinya, beliau menjelaskan bahwa bulan Zulhijah memiliki makna istimewa bagi umat Islam karena berkaitan dengan ibadah haji dan kurban.
“Dinamakan bulan Zulhijah karena bulan ini miliknya orang-orang yang berangkat atau menunaikan ibadah haji. Ketika kalian mendengar bulan Zulhijah, yang diingat tentu qurban, haji, dan puasa,” jelasnya.
Beliau juga mengulas kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail yang diabadikan dalam Surah As-Saffat ayat 102 sebagai dasar sejarah ibadah kurban. Dalam ayat tersebut, Nabi Ibrahim memanggil putranya dengan panggilan penuh kasih, “Ya bunayya” yang berarti wahai anakku, sementara Nabi Ismail menjawab dengan hormat, “Ya abati” yang berarti wahai ayahku.
Menurutnya, hal tersebut menunjukkan pentingnya birrul walidain atau berbakti kepada orang tua, termasuk melalui tutur kata yang sopan dan penuh penghormatan.
Beliau juga menyampaikan bahwa jalan menuju surga tidak hanya melalui hijrah atau peperangan, tetapi juga melalui bakti kepada orang tua. Ketaatan Nabi Ismail kepada Nabi Ibrahim menjadi teladan besar bagi umat Islam selama perintah tersebut tidak melanggar syariat Allah SWT.
Selain membahas makna kurban dan ketaatan, Dr. Tho’at turut menjelaskan keutamaan sepuluh hari pertama bulan Zulhijah yang penuh dengan pahala dan keberkahan. Awal Zulhijah tahun ini bertepatan pada 18 Mei 2026.
Beliau mengajak seluruh peserta untuk memperbanyak amal saleh seperti meningkatkan ketaatan kepada orang tua, memperbanyak sedekah dan infak, membantu sesama, serta menjalankan puasa Arafah pada 9 Zulhijah.
“Membantu orang lain ketika kesulitan merupakan bagian dari sedekah. Momentum Zulhijah juga menjadi kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah,” ungkapnya.
Menutup kajian, beliau berpesan kepada seluruh siswa agar menjadikan bulan Zulhijah sebagai momentum memperbaiki diri dan memperbanyak amal kebaikan.
“Kembalikan momen di bulan Zulhijah kepada melakukan hal-hal yang baik dan bersih,” pesannya.
Melalui kegiatan ini, Smamda Surabaya terus menunjukkan komitmennya dalam membentuk generasi Islami yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga memiliki karakter religius dan berakhlak mulia.
Eka Haris Prastiwi


Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.